Telur Efektif Cegah Pertumbuhan Kerdil pada Anak

Telur Efektif Cegah Pertumbuhan Kerdil pada Anak

08 Oct 2018

Dokterdigital.com - Anak-anak berusia 6-9 bulan yang makan satu telur per hari selama 6 bulan hampir dapat mengurangi separuh prevalensi pertumbuhan kerdil (stunting).

Pertumbuhan terhambat atau kerdil didefinisikan sebagai gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang disebabkan oleh gizi buruk di awal kehidupan, terutama dalam 1.000 hari pertama.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), anak-anak didefinisikan kerdil jika tinggi badan terhadap usia mereka melebihi dua standar deviasi di bawah rata-rata Standar Pertumbuhan Anak WHO.

Sementara jumlah anak stunting menurun antara tahun 2000 dan 2016, kondisi tersebut masih mempengaruhi hampir 1 dari 4 anak di seluruh dunia yang berusia di bawah 5 tahun.

Pertumbuhan terhambat paling umum terjadi di Asia Selatan dan sub-Sahara Afrika, dimana  masing-masing sekitar 35,8 persen dan 34,5 persen anak-anak terkena dampak di wilayah ini.

Penelitian sebelumnya telah menekankan bahwa mengenalkan telur pada makanan anak-anak di negara-negara berkembang dapat membantu mengurangi beban pertumbuhan kerdil.

Studi baru yang dipimpin oleh Lora Iannotti dari Brown School di Washington University di St. Louis, MO - memberikan bukti lebih lanjut tentang manfaat telur bagi pertumbuhan setelah menemukan bahwa memberi makan satu telur per hari kepada anak-anak selama 6 bulan dapat mengurangi risiko mereka mengalami stunting.

Temuan ini telah dilaporkan dalam jurnal Pediatrics.

Penelitian tersebut merupakan percobaan terkontrol acak yang melibatkan anak-anak berusia 6 sampai 9 bulan dari Equador, Amerika Selatan, di mana sekitar 23 persen anak di bawah usia 5 tahun telah mengalami pertumbuhan kerdil, dan sekitar 6 persen mengalami berat badan kurang.

Anak-anak secara acak dibagi ke salah satu dari dua kelompok. Satu kelompok diberi satu telur setiap hari selama 6 bulan, sedangkan kelompok lainnya tidak diberi makan telur (kontrol).

Para periset menemukan bahwa anak-anak yang diberi makan telur memiliki postur yang lebih tinggi dibandingkan kelompok control pada kelompok usia yang sama.

Sebuah model intervensi telur menunjukkan bahwa hal itu mengurangi prevalensi pertumbuhan kerdil sebesar 47 persen, sementara prevalensi gizi kurang berkurang 74 persen dengan konsumsi telur setiap hari.

"Kami terkejut dengan seberapa efektif intervensi ini terbukti," kata Iannotti. "Ukuran efeknya adalah 0,63 dibandingkan dengan rata-rata global 0,39," kata peneliti.

Reaksi alergi terhadap telur di antara anak-anak dipantau secara ketat sepanjang masa penelitian, namun tim tersebut melaporkan bahwa tidak ada insiden yang selama mereka diamati.

Berdasarkan temuan ini, para periset mengatakan bahwa mengenalkan telur pada makanan anak-anak dapat menjadi cara yang sederhana dan hemat biaya untuk meningkatkan pertumbuhan.

"Telur mudah dijangkau dan harganya murah. Bahan makanan ini juga merupakan sumber nutrisi yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan anak-anak. Telur memiliki potensi berkontribusi mengurangi pertumbuhan kerdil di seluruh dunia,” pungkas peneliti.

 

 

2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check