Kayu Manis Bisa Redam Efek Merugikan Diet Tinggi Lemak

Kayu Manis Bisa Redam Efek Merugikan Diet Tinggi Lemak

26 Oct 2018

Dokterdigital.com - Diet tinggi lemak dianggap sebagai faktor risiko utama penyakit kardiovaskular, karena dapat menyebabkan penambahan berat badan, diabetes, dan kondisi berbahaya lainnya. Penelitian baru menunjukkan risiko ini kemungkinan bisa ‘diminimalkan’ dengan memasukkan kayu manis ke dalam makanan.

Periset menekankan bahwa kayu manis bisa mengimbangi sejumlah kerusakan yang disebabkan oleh diet tinggi lemak.

Peneliti menemukan bahwa tikus yang diberi diet tinggi lemak ditambah dengan kayu manis selama 12 minggu kurang mengalami kenaikan berat badan dan lebih sedikit memiliki lemak perut dan memiliki kadar lemak, gula, dan insulin dalam kadar yang lebih ‘sehat’ jika dibandingkan dengan tikus yang diberi diet tinggi lemak tanpa kayu manis.

Penulis studi Vijaya Juturu, Ph.D., dari OmniActive Health Technologies Inc di Morrison, NJ, dan rekannya baru-baru ini mempresentasikan temuan mereka di American Heart Association's Arteriosclerosis, Thrombosis and Vascular Biology/Peripheral Vascular Disease 2017 Scientific Sessions yang diadakan di Minneapolis, MN.

Penyakit kardiovaskular (CVD) adalah istilah umum untuk kondisi yang mempengaruhi jantung dan pembuluh darah, termasuk serangan jantung, stroke, dan penyakit jantung. Nah, penyakit jantung ini tercatat menjadi penyebab utama kematian pria dan wanita di Amerika Serikat, menewaskan sekitar 610.000 orang setiap tahunnya.

Diet memainkan peran utama dalam penyakit kardiovaskular. Diet yang tidak sehat - seperti lemak tinggi - dapat menyebabkan obesitas, diabetes tipe 2, kolesterol tinggi, dan kondisi lain yang meningkatkan risiko kesehatan kardiovaskular.

Menurut Juturu, penelitian telah menunjukkan bahwa kayu manis - bumbu yang berasal dari kulit pohon dari genus Cinnamomum - mengandung polifenol yang memiliki sifat anti-inflamasi (anti-peradangan) dan antioksidan, yang dapat mengurangi beberapa faktor risiko untuk penyakit kardiovaskular yang disebabkan oleh pola makan yang buruk.

Dalam penelitian mereka, para ilmuwan mulai menyelidiki apakah kayu manis bisa membantu mengurangi bahaya yang terkait dengan diet tinggi lemak.

Kayu manis melindungi dari peradangan, stres oksidatif

Selama 12 minggu, para peneliti memberi makan tikus diet tinggi lemak ditambah dengan kayu manis dan membandingkannya dengan tikus yang diberi makan makanan tinggi lemak tanpa bumbu (kontrol).

Tim menemukan bahwa tikus yang makanannya dilengkapi dengan kayu manis hanya mengembangkan sedikit lemak perut daripada yang diberi diet tinggi lemak tanpa bumbu ini. Tikus yang diberi diet tinggi lemak dengan kayu manis juga memiliki kadar glukosa darah dan insulin yang sehat, serta profil lipid yang lebih baik, daripada kontrol.

Selain itu, para peneliti menemukan bahwa tikus yang menerima kayu manis memiliki lebih sedikit molekul yang terkait dengan penyimpanan lemak, serta peningkatan kadar molekul anti-peradangan dan antioksidan.

Antioksidan melindungi terhadap stres oksidatif, yaitu ketidakseimbangan radikal bebas yang telah dikaitkan dengan berbagai kondisi kesehatan, termasuk serangan jantung dan penyakit jantung.

Berdasarkan temuan mereka, Juturu dan rekannya percaya bahwa kayu manis dapat menurunkan efek merusak dari diet tinggi lemak.

"Hasil ini menunjukkan suplementasi CNM [cinnamon] mengurangi hiperlipidemia, peradangan, dan stres oksidatif melalui mengaktifkan faktor transkripsi (SREBP-1c, LXR-α, NF-κB, dan Nrf2) dan jalur sinyal pertahanan anti-oksidatif,” pungkas peneliti seperti dilaporkan Medical News Today.

2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check