6 Kesalahan dalam Kontrasepsi yang Menyebabkan Kehamilan

6 Kesalahan dalam Kontrasepsi yang Menyebabkan Kehamilan

08 Nov 2018

Dokterdigital.com - Banyak pria dan wanita bergantung pada alat pengendali kelahiran untuk mencegah kehamilan dan melindungi diri terhadap infeksi menular seksual.

Ada puluhan metode kontrasepsi yang mengendalikan kesuburan, dari kondom hingga pil. Namun, menyalahgunakan pengendalian kelahiran dan kesalahan informasi tentang pilihan ini terlalu umum terjadi, yang membuahkan kehamilan yang tidak diinginkan.

Dalam video bertajuk "6 Kesalahan Pengendalian Kelahiran yang Tidak Anda Inginkan", diuraikan enam kesalahan pengendalian kelahiran yang paling umum, dan bagaimana cara mengatasinya.

Ada beberapa alasan mengapa pengendalian kelahiran penting. Penelitian sebelumnya telah menemukan 77 persen wanita mengatakan bahwa pengendalian kelahiran telah memungkinkan mereka merawat diri dan keluarga mereka dengan lebih baik. Hal ini memungkinkan pria dan wanita untuk membuat keputusan yang tepat tentang kapan mereka harus memulai sebuah keluarga, jika mereka memilih untuk memiliki anak.

Pemakaian alat kontrasepsi juga dimaksudkan untuk mempraktikkan seks yang aman (menggunakan kondom), mencegah kehamilan yang tak direncanakan serta mengurangi kemungkinan terpapar infeksi penyakit menular seksual.

Kami merangkum enam kesalahan paling umum yang harus dihindari yang dapat menyebabkan kehamilan. Silakan dibaca dalam paparan berikut ini:

Kesalahan #1: Lupa minum pil kontrasepsi

Menghentikan tiga atau lebih kombinasi pil KB (mengandung estrogen dan progestin) bisa membuatmu hamil. Solusinya kamu perlu minum pil lagi selama tujuh hari berturut-turut, dan menggunakan kontrol kelahiran cadangan, seperti kondom, selama minggu itu. Pil progestin hanya perlu dikonsumsi bersamaan setiap hari, dengan kontrasepsi cadangan diperlukan selama 48 jam.

Sebuah studi di tahun 2007 menunjukkan, triknya adalah ingat untuk minum pil, atau gunakan kontrasepsi cadangan selama tujuh hari jika lupa. Dalam penelitian tersebut, 27 persen wanita tidak minum pil itu selama dua hari atau lebih berturut-turut, dan tidak menggunakan alat kontrasepsi cadangan, meningkatkan risiko kehamilan mereka secara keseluruhan.

Tanyakan kepada dokter apa yang harus dilakukan jika kamu lupa dosis pil kontrasepsi.

Kesalahan #2: Minum pil pada waktu yang berbeda setiap hari

Pil progestin hanya perlu dikonsumsi pada waktu yang sama setiap hari. Bahan aktif di pil kontrasepsi dengan progestin, tidak tinggal dalam sistem tubuh untuk waktu yang lama - biasanya 24 jam. Saat pil diminum di waktu yang berbeda, tubuh wanita memiliki waktu untuk kembali ke kesuburan alami dan melepaskan sel telur. Namun, jika seorang wanita berhubungan seks setelah terlambat minum pil, dia memiliki kesempatan lebih tinggi untuk hamil.

Kesalahan #3: Menggunakan pelumas yang salah

Menggunakan pelumas berbasis minyak, seperti Vaseline, baby oil, dan minyak mineral berbasis body lotion, dapat secara signifikan melemahkan kondom lateks hanya dalam waktu 60 detik. Penelitian sebelumnya telah menemukan bahwa penggunaan pelumas ini meningkatkan kerusakan, baik pada kondom baru maupun lama, sementara pelumas berbahan dasar air tidak mempengaruhi tingkat kerusakan kondom baru.

Selain itu, perlu diingat lipstik mengandung minyak yang juga bisa mengurangi kekuatan lateks. Pelumas berbahan dasar air atau silikon lebih baik untuk jenis kondom ini.

Kesalahan #4: Mengandalkan spermisida

Spermisida menawarkan perlindungan rendah dari kehamilan yang tak direncanakan. Namun, dipasangkan dengan bentuk kontrol kelahiran lainnya, seperti kondom atau pil, spermisida bisa efektif. Jika wanita selalu menggunakan spermisida sesuai petunjuk, sebanyak 15 dari 100 wanita akan hamil setiap tahunnya.

Kesalahan #5: Tidak menggunakan kondom

Kondom membantu melindungi kamu dari penyakit menular seksual. Tidak ada jenis kondom yang mencegah kehamilan atau infeksi menular seksual 100 persen. Namun, jika pasangan melakukan hubungan seks, kondom adalah pilihan terbaik untuk melindungi terhadap infeksi menular seksual.

Kesalahan #6: Belum menjelajahi pilihan kontrasepsi

Pil KB tetap merupakan pilihan paling populer bagi wanita, dengan total 28 persen wanita menggunakannya sebagai kontrasepsi. Namun, tidak semua orang ingin mengingat untuk minum pil setiap hari. Oleh karena itu, sebaiknya bicara dengan dokter tentang suntikan, IUD, dan pilihan efektif lainnya untuk mengendalikan kehamilan, demikian Medical Daily.

2018 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check