Rambut Gampang Rontok? Mungkin Kelebihan Garam

Rambut Gampang Rontok? Mungkin Kelebihan Garam

14 Dec 2018

Dokterdigital.com - Garam bisa jadi teman atau musuh bagi tubuh, tergantung bagaimana kita mengonsumsinya. Konsumsi banyak garam dituding bisa menyebabkan sejumlah manfaat kesehatan, seperti hipertensi, stroke hingga gangguan jantung. Terkait dampak negatif yang mungkin ditimbulkan jika dikonsumsi berlebih, banyak imbauan untuk mengurangi asupan garam.

Mengurangi asupan garam perlu, namun bukan meniadakannya sama sekali mengingat garam juga memiliki sejumlah manfaat kesehatan yang vital, antara lain menjaga keseimbangan cairan tubuh dan berperan dalam produksi hormon tiroid.

Kekurangan garam yang mengandung iodium, bisa mengakibatkan masalah serius pada kesehatan. Sedangkan ibu hamil yang kurang garam odium bisa mengakibatkan janin mengalami gangguan perkembangan otak dan keterbelakangan mental serta fisik.

Manfaat yang penting lainnya adalah perannya dalam memelihara kadar keseimbangan cairan tubuh. Garamlah yang membuat seseorang bisa berkeringat sekaligus menjaga seseorang terhindar dari dehidrasi.

Manfaat garam yang lain adalah berperan dalam pengiriman impuls saraf dari otak ke seluruh tubuh dan koordinasi jaringan otot. Semua fungsi tersebut akan berjalan optimal jika kebutuhan garam terpenuhi dan keseimbangan cairan tubuh terjaga, tidak lebih dan tidak kurang.

Nah, lantas bagaimana jika asupan garam berlebih? Masalah kesehatan bakal muncul, dan dampaknya bisa serius. Masalah kesehatan yang mungkin timbul akibat asupan garam berlebih antara lain:

1. Kerontokan rambut

Asupan garam berlebih dapat memicu terhambatnya aliran darah karena pembuluh darah mengalami penyempitan. Kondisi semacam itu akan menyebabkan aliran darah, termasuk ke bagian kepala mengalami hambatan. Akibatnya, rambut di kepala rentan terhadap kerontokan dan lebih mudah beruban karena nutrisi penting yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan juga kesehatan rambut tidak dapat terpenuhi secara optimal.

2. Retensi cairan

Jumlah natrium dalam tubuh akan menentukan jumlah cairan dalam tubuh. Asupan garam berlebih dapat menyebabkan ginjal kesulitan membuang kelebihan garam. Akibatnya tubuh akan menahan lebih banyak cairan. Pada sebagian kasus, kondisi tersebut dapat menyebabkan pembengkakan di sekitar jantung.

3. Buruk bagi pencernaan

Asupan garam berlebih ternyata juga memberikan dampak negatif terhadap sistem pencernaan. Di dalam sistem pencernaan, garam bersama dengan bakteri Helicobacter pylori dapat menyebabkan luka di bagian lambung dan usus dua belas jari. Konsumsi garam berlebihan dalam bentuk sodium (biasanya dalam bentuk penyedap makanan/MSG) juga dapat memicu pertumbuhan sel kanker pada bagian perut dan lambung

Garam berlebih di dalam sistem pencernaan juga menyebabkan penurunan produksi enzim pepsin. Asal kamu tahu, enzim pepsin adalah senyawa penting yang berguna dalam sistem pencernaan. Jika produksi enzim pepsin menurun, tingkat keasaman pada sistem pencernaan akan meningkat, dalam keadaan tertentu, hal tersebut juga dapat memicu diare.

4. Memicu produksi cairan empedu

Asupan garam berlebih dapat meningkatkan produksi cairan empedu, akibatnya kekentalan darah naik sementara vitalitas menurun. Kondisi semacam ini biasanya juga ditandai dengan bibir kering, pecah-pecah, dan berdarah.

5. Memicu osteoporosis

Garam berlebih di dalam tubuh dapat menyebabkan penyerapan kalsium oleh tubuh terhambat. Padahal, kalsium sangat penting untuk menjaga kekuatan tulang dan menghindarkannya dari keropos tulang. Kurangilah asupan garam untuk mengurangi risiko osteoporosis.

2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check