12 Tanda Penyakit Diabetes Lepas Kontrol

12 Tanda Penyakit Diabetes Lepas Kontrol

11 Nov 2020

Dokterdigital.com - Mengelola penyakit diabetes melitus atau kencing manis memang bukan pekerjaan mudah. Sejumlah orang dengan diabetes masih mengalami kesulitan dalam mengontrol kadar gula darahnya.

Tes darah memang akan memberi petunjuk apakah kadar glukosa dalam darah terlalu tinggi atau berada dalam kendali. Selain melalui pengecekan rutin, tanda-tanda diabetes yang tidak terkontrol dapat muncul kasat mata di anggota tubuh kita lho.

Glukosa atau gula darah darah tinggi wajib diwaspadai karena dapat merusak saraf, pembuluh darah, dan organ tubuh lain. Apa saja tanda dan gejala gula darah yang tidak terkontrol? Berikut ini sejumlah tandanya:

1. Penglihatan berubah

Penyandang diabetes mungkin akan kesulitan membaca, atau melihat cincin (halo) di sekitar lampu di malam hari. Fluktuasi terjadi pada bagaimana penyandang diabetes dapat melihat dalam jarak dekat. Penglihatan mungkin kabur, dan bintik-bintik gelap atau lampu berkedip mungkin muncul di lapang pandang Anda. Mungkin butuh waktu lebih lama bagi mata untuk menyesuaikan diri saat pindah dari tempat gelap ke cahaya terang.

2. Kulit retak, gatal-atau, atau berubah warna

Tubuh akan sulit mempertahankan kelembaban jika gula darah tinggi. Hal ini membuat kulit terasa kering dan gatal. Retakan pada kulit ini memungkinkan bakteri untuk menembus kulit dan menyebabkan infeksi yang sembuhnya lama. Tanda-tanda lain mungkin muncul pada kulit, termasuk bercak-bercak hitam, lecet, ruam, sisik, atau muncul benjolan seukuran kacang yang keras. Beberapa wilayah kulit dapat berubah kaku, dingin, serupa lilin atau bahkan tanpa bulu.

3. Tangan dan kaki kesemutan atau mati rasa.

Kerusakan saraf mengganggu sinyal antara ekstremitas dan otak. Penyandang diabetes mungkin merasakan sensasi jarum, namun tidak untuk panas, dingin, nyeri, atau bahkan tekanan pada kaki saat berjalan. Otot-otot di kaki mungkin melemah, sehingga Anda gampang goyah saat melangkah.

4. Tangan dan kaki sering sakit

Penyandang diabetes yang gula darahnya tidak terkontrol mungkin akan merasakan sakit bahkan saat tersentuh selimut di bagian kaki, terutama di malam hari. Anda mungkin mengalami sensasi panas atau dingin yang ekstrem, atau merasa sedang mengenakan sarung tangan dan kaus kaki, padahal tidak.

5. Kaki kram atau sakit.

Masalah sirkulasi dapat menyebabkan betis, paha, atau bokong sakit ketika Anda berjalan atau melakukan aktivitas fisik lainnya. Nyeri ini dapat mereda dengan istirahat. Namun, laporkan kondisi ini ke dokter. Mungkin perlu dilaukan tindakan lebih untuk melindungi pembuluh darah Anda.

6. Sulit melakukan hubungan seks

Bagian intim tubuh penyandang diabetes tidak kebal dari kerusakan saraf. Pria mungkin mengalami kesulitan mendapatkan atau mempertahankan ereksi. Wanita mungkin mengalami kekeringan vagina atau kesulitan terangsang atau mencapai orgasme dengan mudah. Namun, perubahan ini tidak mengurangi hasrat seksual.

7. Mengeluarkan keringat yang tak biasa

Beberapa penderita diabetes mengeluhkan berkeringat lebih sering, terutama pada malam hari atau saat mereka sedang makan. Lainnya melaporkan berhenti berkeringat sama sekali, bahkan dalam panas yang ekstrem. Cobalah periksa kaki jika kulit sangat kering. Bisa jadi kelenjar keringat mungkin tidak berfungsi dengan baik.

8. Pusing, seperti mau pingsan

Penyandang diabetes dengan gula darah tidak terkontrol mungkin mengeluhkan seperti hendak pingsan ketika berdiri terlalu cepat. Jantung mungkin berdetak terlalu cepat. Jika gejala ini muncul tiba-tiba atau datang disertai dengan sesak napas, nyeri dada, bicara cadel, atau kehilangan penglihatan, segera kunjungi klinik terdekat. Bisa jadi itu merupakan tanda aliran darah ke jantung atau otak mungkin telah melambat atau bahkan berhenti.

9. Mulut kering atau sakit

Glukosa darah tinggi menghilangkan kelambaban di mulut. Penyandang diabetes dapat mengembangkan rasa sakit, luka, infeksi, dan gigi berlubang sebagai imbasnya.

Mencegah masalah oral terkait diabetes dapat dilakukan dengan menyikat gigi dengan benar, dan kunjungi dokter gigi setiap enam bulan. Juga, berhenti merokok dan jika memakai gigi palsu bersihkan secara teratur.

10. Gusi berdarah

Selain perdarahan, gusi mungkin menonjol dan membentuk kantung di sekitar gigi. Ini merupakan tanda dari periodontitis, bentuk gangguan gusi yang parah. Tanpa pengobatan, periodontitis mungkin menyebabkan gigi tanggal. Periodontitis dan diabetes bisa jadi lingkaran setan. Infeksi gusi dapat membuat gula darah lebih sulit untuk dikontrol, pun sebaliknya.

11. Berkurangnya pendengaran

Banyak pembuluh darah kecil dan saraf di telinga memainkan peran dalam mengirimkan suara yang mampu didengar manusia. Glukosa darah tinggi dapat merusak pembuluh darah dan saraf, membuat gangguan pendengaran dua kali lebih umum pada orang dengan diabetes.

12. Saluran cerna dan kandung kemih tidak bekerja dengan baik.

Kerusakan saraf dapat menyulitkan penyandang diabetes kapan harus buang air kecil. bahkan ketika kandung kemih. Alhasil, penyandang diabetes berpotensi mengembangkan infeksi kandung kemih lebih sering. Sembelit dan diare bisa terjadi jika saraf ke usus kecil mengalami kerusakan. Dan perut mungkin kehilangan kemampuan untuk memindahkan makanan melalui sistem pencernaan, menyebabkan muntah dan kembung.

Sebelum terlambat dan membuahkan penyesalan, kendalikan kadar gula darah dengan gaya hidup sehat, mengatur pola makan, olahraga dan minum obat dengan patuh, kecuali dokter mengatakan lain.

 

2021 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check