5 Jenis Makanan Ini Hambat Penyerapan Zat Besi

5 Jenis Makanan Ini Hambat Penyerapan Zat Besi

25 Mar 2019

Dokterdigital.com - Besi merupakan vitamin penting yang bertanggung jawab untuk mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Menurut Pusat Kesehatan McKinley, ada dua jenis zat besi: besi heme dan besi non-heme. Besi heme hanya ditemukan dalam daging, ikan dan unggas, sedangkan besi non-heme kebanyakan ditemukan dalam buah-buahan, sayuran, kacang kering, kacang-kacangan dan produk biji-bijian.

Anemia defisiensi besi terjadi ketika sel-sel darah merah tidak mengandung jumlah yang cukup zat besi, misalnya karena kehamilan, kehilangan darah, diet rendah besi atau penyerapan yang buruk dari zat besi oleh tubuh.

Mengetahui apa saja makanan menghambat penyerapan zat besi dapat membantu menjaga tubuh berfungsi secara efisien. Nah, mari kita cek makanan apa yang ternyata menghambat penyerapan zat besi berikut ini:

1. Telur

Sumber makanan umum yang menghambat penyerapan zat besi adalah telur. Telur mengandung phosvitin, suatu senyawa protein yang mengikat molekul besi bersama-sama dan mencegah tubuh menyerap zat besi dari makanan. Menurut Institut Gangguan Besi (Iron Disorders Institute), satu telur rebus bisa mengurangi penyerapan zat besi sebanyak 28 persen. Nah, hati-hati buat kamu yang hobi mengonsumsi telur.

2. Makanan kaya kalsium

Susu dapat mencegah tubuh menyerap zat besi dalam jumlah yang cukup. Susu mengandung kalsium, mineral penting dan satu-satunya zat yang diketahui memiliki kemampuan menghambat penyerapan baik zat besi heme maupun bukan heme. Satu cangkir susu mengandung sekitar 300 mg kalsium.

Kalsium memiliki sedikit atau tidak berpengaruh pada penyerapan zat besi bila yang tertelan kurang dari 50 mg, tetapi dapat menghambat penyerapan zat besi heme dan  dan bukan heme jika jumlah yang dikonsumsi 300 sampai 600 mg setiap hari.

Kalsium dalam jumlah besar juga dapat ditemukan dalam yogurt, keju, ikan sarden, salmon kalengan, tofu, brokoli, almond, buah ara, lobak hijau dan rhubarb.

3. Makanan tinggi oksalat

Jika kita mengonsumsi teh bersama-sama dengan makanan, kemungkinan tubuh tidak akan menerima zat besi yang terkandungan dalama makanan tersebut, demikian dilaporkan VeganHealth.org. Teh mengandung oksalat - senyawa asam oksalat yang mengganggu penyerapan zat besi bukan heme. Oksalat juga dapat ditemukan dalam bayam, kangkung, bit, kacang-kacangan, cokelat, dedak gandum, rhubarb, stroberi dan bumbu seperti oregano, basil dan peterseli.

4. Makanan kaya polifenol

Kakao (cokelat) dan kopi merupakan sumber makanan yang bisa menghambat penyerapan zat besi dalam tubuh. Makanan tersebut mengandung polifenol atau senyawa fenolik, antioksidan yang membantu menghilangkan radikal bebas yang merusak tubuh Menurut Gangguan Institute Besi, kakao dapat menghambat 90 persen penyerapan zat besi dalam tubuh, sementara satu cangkir kopi dapat mencegah penyerapan zat besi sebanyak 60 persen.

Asam fenolik juga dapat ditemukan dalam apel, peppermint dan beberapa teh herbal, rempah-rempah, kenari, blackberry, raspberry dan blueberry. Penting untuk dicatat sebaiknya makanan ini tidak dikonsumsi setidaknya dua jam sebelum atau setelah makan, terutama makanan yang mengandung zat besi.

5. Makanan tinggi fitat

Kenari dapat mengurangi jumlah zat besi yang mampu diserap tubuh. Alasannya, kenari mengandung fitat - senyawa yang ditemukan dalam protein kedelai dan serat. Bahkan tingkat fitat yang rendah pun memiliki efek penghambatan kuat pada kemampuan tubuh untuk menyerap zat besi dari makanan.

Menurut Institute Gangguan Besi,  fitat dapat mengurangi penyerapan zat besi dari makanan sekitar 50 sampai 65 persen. Selain pada kenari, fitat juga ditemukan di wijen, kacang kering, lentil, kacang polong, sereal dan biji-bijian.

 

2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check