Terbukti, Biji-Bijian Utuh dan Serat Bantu Turun Berat Badan

Terbukti, Biji-Bijian Utuh dan Serat Bantu Turun Berat Badan

16 Mar 2018

Dokterdigital.com - Sejak lama kita mengenal bahwa biji-bijian utuh memiliki manfaat kesehatan, termasuk dalam upaya menurunkan berat badan dibandingkan dengan biji-bijian olahan.

Nah sebuah penelitian terkini kian menegaskan manfaat itu. Menurut penelitian yang dipublikasikan di American Journal of Clinical Nutrition, biji-bijian utuh meningkatkan pengurangan kalori dengan menurunkan jumlah kalori yang ditahan selama pencernaan, sekaligus mempercepat metabolisme.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa biji-bijian utuh dan asupan serat makanan  dalam jumlah tinggi memiliki sejumlah manfaat kesehatan, misalnya mengontrol indeks glikemik (GI) dan sensitivitas insulin. Namun demikian, para ilmuwan belum bersepakat apakah biji-bijian utuj dan serat memang membantu dalam mengatur berat badan.

Kelompok makanan yang termasuk keluarga bij-bijian utuh ini antara lain beras, gandum, gandum, dan barley. Sementara biji-bijian utuh mengandung kernel gandum dan termasuk beras merah, oatmeal, dan tepung gandum, biji-bijian olahan adalah pati yang diproses dan digiling untuk menghilangkan dedak juga kuman untuk memperpanjang umur simpan mereka. Contoh biji-bijian olahan termasuk nasi putih, roti putih, dan tepung terigu.

Proses penggilingan mengosongkan pati dari serat makanan, zat besi, dan vitamin B. Meskipun vitamin besi dan B dapat ditambahkan kembali ke dalam biji-bijian olahan, namun serat kerap tidak ditambahkan kembali.

Dalam penelitian baru ini, para peneliti menjalankan studi selama 8 minggu yang melibatkan responden 81 pria dan perempuan berusia antara 40 dan 65 tahun. Semua makanan disediakan untuk para responden  yang terlibat dalam studi ini mencakup biji-bijian utuh atau biji-bijian yang telah melalui proses pengolahan.

Dalam riset ini, para responden diminta hanya mengonsumsi makanan yang telah disediakan, mengembalikan makanan yang tidak mereka konsumsi dan tetap melanjutkan tingkat aktivitas fisik yang biasa mereka  jalankan.

"Kami menyediakan mekanan untuk mereka guna memastikan bahwa komposisi diet hanya berbeda dalam sumber biji-bijian,” kata penulis senior Susan B. Roberts, Ph.D., ilmuwan senior dan direktur Energy Metabolism Laboratory di USDA Human Nutrition Research Center on Aging.

Selama dua minggu, seluruh partisipan makan satu jenis makanan yang sama, dan kebutuhan kalori masing-masing individu sudah ditentukan. Para partisipan ditentukan secara acak dan ditempatkan di salah satu kelompok, biji-bijian utuh atau kelompok biji-bijian olahan.

Perbedaan antara diet biji-bijian utuh dan diet biji-bijian olahan kebanyakan terletak pada butir dan kandungan seratnya. Jenis makanan, struktur makanan, dan komposisi energi dan makronutrien serupa pada kedua kelompok.

Para peneliti membandingkan efek dari biji-bijian utuh dan biji-bijian olahan pada tingkat metabolisme istirahat (resting metabolic rate) dan fecal energy losses, selain bagaimana rasa kenyang atau lapar yang dirasakan responden. Parameter yang diukur termasuk berat badan, tingkat metabolisme, glukosa darah, kalori tinja, rasa lapar dan rasa kenyang.

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok yang makan biji-bijian utuh mengalami peningkatan resting metabolic rate (RMR) dan kehilangan feses lebih banyak ketimbang kelompok yang makan biji-bijian olahan. Selain itu, meningkatnya kehilangan energi feses terjadi bukan karena kelebihan serat melainkan dari efek serat yang dapat dicerna dari kalori makanan lainnya.

Partisipan yang mengonsumsi biji-bijian utuh - dalam jumlah yang sesuai dengan rekomendasi asupan serat harian – kehilangan hamper 100 kalori tambahan per hari dibandingkan peserta studi yang yang hanya makan biji-bijian olahan tanpa serat yang memadai.

"Hilangnya kelebihan kalori pada orang yang mengonsumsi biji-bijian utuh ini setara dengan berjalan bergegas selama 30 menit,” kata Roberts.

Rekan Roberts termasuk Phil J. Karl, Ph.D., penulis pertama studi tersebut, alumnus Friedman School of Nutrition Science and Policy di Tufts, dan seorang ahli nutrisi di United States Army Research Institute of Environmental Medicine di Natick, MA

"Beberapa studi sebelumnya telah menekankan manfaat dari biji-bijian utuh dan serat makanan terkait risiko penyakit kronis. Penelitian ini membantu untuk menghitung berapa banyak biji-bijian utuh dan serat bekerja pada manajemen berat badan dan memberikan kredibilitas kepada hubungan yang dilaporkan sebelumnya antara peningkatan biji-bijian utuh dan konsumsi serat, penurunan berat badan dan kesehatan yang lebih baik,” demikian Karl.***

 

 

2018 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check