Risiko Terlalu Rajin Mencukur Rambut Kemaluan, Apa Saja?

Risiko Terlalu Rajin Mencukur Rambut Kemaluan, Apa Saja?

27 Sep 2017

Dokterdigital.com - Merapikan rambut pubis secara rutin ternyata memiliki ancaman lumayan serius, yakni berisiko tertular penyakit kelamin (Sexually Transmitted Infections/STI), demikian menurut hasil penelitian terkini.

Risiko lebih besar bakal ditanggung oleh mereka yang membabat habis rambut pubis lebih dari 11 kali dalam setahun, atau hampir sekali sebulan memangkas rambut kemaluan.

Riset yang sama menunjukkan, orang yang merapikan pubis dengan ‘model’ tertentu berisiko menanggung 80 persen lebih tinggi terkena STI dibanding mereka yang membiarkan rambut kemaluan tumbuh alami. Hal ini terkait pula usia dan kesetiaan pada pasangan seksual.

Namun yang jarang merapikan rambut pubis bukan berarrti aman sama sekali. Pasalnya disebut, orang yang terbilang jarang merapikan bulu pubis dua kali lebih mungkin diserang kutu kemaluan.

Sebetulnya, menurut para peneliti, penularan penyakit kelamin ini lebih terkait aktivitas seksual orang yang gemar atau tidak merapikan rambut pubis. Jadi bukan semata kebiasaan atau kegiatan merapikan rambut di area genital.

Namun mereka juga mencatat bahwa sekecil apa pun robekan di kulit saat aktivitas merapikan rambut pubis dilakukan juga berisiko memicu penyakit seksual. Namun para peneliti membutuh penelitian lebih lanjut terkait catatan ini.

Dalam melakukan pengujian ini, para peneliti menggunakan sampel acak lebih dari 14 ribu orang dewasa di AS, berusia 18-65 tahun. Sekitar 7.580 di antaranya sudah selesai diuji. Seperempat responden mengaku merapikan bulu-bulu di kemaluan.

Studi mengungkap, ternyata lebih banyak perempuan, yaitu mencakup 84 persen, yang merapikan rambut pubis ketimbang pria, yang mencakup 66 persen. Responden yang paling rajin merapikan pubis setiap hari atau seminggu sekali ada 22 persen (17 persen di antaranya tergolong ekstrem).

Menurut penelitian tersebut, 13 persen orang yang gemar merapikan rambut di organ genital mengaku terjangkit salah satu penyakit kelamin: herpes, human papilloma virus, syphilis, molluscum, gonorrhea, chlamydia, HIV, atau kutu kemaluan.

Untuk saat ini, penelitian belum dapat membuktikan kebiasaan merapikan rambut pubis rentan meningkatkan penularan penyakit kelamin. Peneliti juga belum bisa memastikan seberapa cepat penyakit kelamin menular setelah rambut organ kelamin dirapikan, demikian seperti dilansir US News.***

 

2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check