Hobi Makan Tapi Selalu Lapar? Mungkin Ini Penyebabnya

Hobi Makan Tapi Selalu Lapar? Mungkin Ini Penyebabnya

30 Dec 2019

Dokterdigital.com - Makan memang sebaiknya dilakukan saat perut merasa lapar. Namun ada sebagian orang yang terus merasakan dorongan makan dan makan lagi seolah tak pernah kenyang. Mudah ditebak, orang seperti ini gampang mengalami kegemukan.

Mengapa seseorang ingin selalu makan, sementara lainnya bias menahan diri dan hanya makan saat lapar? Laman Daily Meal merangkum sejumlah alasan yang memicu orang selalu merasa lapar dan sulit menghentikan kebiasaan makan, yaitu:

1. Ketidakseimbangan hormon

Dalam sebuah pengujian pada tikus yang dpublikasikan di jurnal Cell Reports ditemukan fakta bahwa ketika hormon glukagon-like peptide-1 (GLP-1) berkurang di pusat sistem saraf, tikus cenderung akan mengonsumsi berlebih dan tinggi lemak.

Sebaliknya, ketika kandungan hormon ini meningkat, tikus akan cenderung makan lebih sedikit dan kurang tertarik pada makanan berlemak. Para peneliti percaya, sistematika ini sama seperti dalam kasus kecanduan obat dan alkohol.

Zhiping Pang, asisten profesor dari Rutgers University mengatakan bahwa makan secara berlebihan atau adiksi makanan, dapat dikategorikan gangguan pada saraf-psikiatrik.

Dengan memahami peran sistem saraf dalam pola konsumsi melalui GLP-1, Pang mengatakan akan mungkin menyediakan terapi yang lebih spesifik dan minim efek samping.

2. Dehidrasi

Salah satu faktor pertama yang menyebabkan keinginan makan menjadi tak terkendali adalah karena dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh,.

Kekurangan cairan dapat menyebabkan tubuh merasa lebih letih dibanding biasanya. Kondisi ini merangsang tubuh untuk 'meminta' kalori lebih guna mengganti situasi letih yang dirasakan tubuh. Inilah yang merangsang timbulnya perasaan ingin makan.

"Kondisi ini terjadi di hipotalamus, atau bagian otak yang mengatur rasa ingin makan dan haus. Ketika dehidrasi yang dirasakan, sensasi tersebut saat melewati hipotalamus dapat diartikan untuk mengambil keripik kentang, alih-alih air mineral," terang Alissa Rumsey dari American Academy of Nutrition and Dietetics.

3. Permintaan tubuh

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh University of Princeton menemukan bahwa ketika seseorang mengonsumsi gula maka gula akan merangsang pelepasan senyawa setara dengan opioid dan dopamin yang berpontensi menyebabkan ketagihan.

Kondisi ‘ketagihan’ makanan ini terkait dengan perubahan senyawa kimia pada otak yang mirip ketika seseorang ketagihan obat-obatan. Ini menegaskan anggapan bahwa mengonsumsi gula membuat seseorang ‘nagih’ dan membuatnya kelaparan.***

 

2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check