Ilmuwan Temukan Cara Efektif Berhenti Merokok

Ilmuwan Temukan Cara Efektif Berhenti Merokok

21 Sep 2016

Dokterdigital.com - Berhenti merokok merupakan hal yang suit dilakukan bagi mereka yang sudah kecanduan. Terkait upaya menghentikan kebiasaan buruk ini, para peneliti telah lama mencari cara menemukan teknik yang tepat.

Selama ini banyak yang mengira bahwa berhenti merokok akan lebih mudah bila dilakukan secara bertahap. Namun penelitian yang dilakukan oleh University of Oxford dan dipublikasikan dalam Journal Annals of Internal Medicine, peneliti menemukan pola baru: berhenti secara mendadak dianggap berpeluang lebih besar untuk berhasil.

"Banyak orang berpikir cara paling logis untuk berhenti merokok adalah mengurangi jumlah rokok yang dihisap sebelum berhenti," kata Nicola Lindson-Hawley yang memimpin penelitian.

Lindson-Hawley dan timnya memeriksa hampir 700 perokok di Inggris yang merokok paling sedikit 15 batang sehari, sebagai bahan penelitian mereka. Meski tergolong perokok berat, namun para perokok ini memiliki keinginan untuk berhenti.

Penelitian membagi populasi perokok ini menjadi dua kelompok besar, yaitu perokok yang berhenti mendadak dan kelompok yang berhenti secara berkala. Penelitian ini menggunakan tenggat waktu hingga dua pekan.

Kelompok yang berhenti mendadak, diminta untuk tetap merokok seperti biasanya hingga tenggat waktu yang telah ditetapkan, lalu kemudian berhenti. Sedangkan kelompok satunya lagi, diminta untuk mengurangi jumlah rokok yang dihisap secara berkala hingga tenggat dua pekan tercapai.

Guna menunjang upaya berhenti, para peneliti menyediakan berbagai konseling tingkah laku, terapi nikotin, terapi pengganti seperti permen karet, permen pelega tenggorokan, hingga mouth spray. Selanjutnya para peneliti mengukur kesuksesan berhenti merokok dilihat pekan keempat dan enam bulan setelah mereka berhenti merokok.

Hasilnya menunjukkan bahwa perokok yang berhenti secara mendadak lebih konsisten tetap berhenti dibandingkan dengan kelompok secara berkala. Sebanyak 49 persen kelompok mendadak lebih berhasil berhenti dibanding kelompok berkala.

Enam bulan kemudian, tim peneliti melihat kembali keberlanjutan usaha berhenti para mantan perokok ini. Hasilnya sebanyak 22 persen dari kelompok berhenti secara mendadak masih tidak merokok, dibandingkan kelompok secara bertahap yang hanya bertahan sebanyak 15 persen.

Dari penelitian ini juga ditemukan hal yang menarik, yaitu para perokok lebih suka berhenti secara mendadak dibandingkan dengan bertahap. "Bahkan bila seseorang menginginkan berhenti secara bertahap, ia lebih suka menggunakan metode secara mendadak," tandas Lindson-Hawley seperti dikutip laman Time.

Namun penelitian ini tidak melihat potensi dari metode lainnya seperti penggunaan rokok elektrik. Meski banyak yang menggunakan rokok elektrik sebagai pengalih dari rokok konvensional. Meksipun demikian, belum ada bukti yang cukup untuk menggolongkan rokok elektrik sebagai metode efektif dalam berhenti merokok.

 

2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check