Begini Cara Membuat Anak Bertambah Tinggi

Begini Cara Membuat Anak Bertambah Tinggi

19 Sep 2016

Dokterdigital.com - Orangtua cenderung mendambakan anak mereka berpostur tinggi, bahkan meskipun tinggi badan orangtuanya pas-pasan.

Banyak cara dilakukan agar anak memiliki tinggi badan menjulang, kalau bisa melebihi tinggi badan orangtuanya, antara lain mendorong anak berenang, atau olahraga basket yang diyakini bisa membuat anak bertambah tinggi.

Tentang hal ini, menurut dokter spesialis anak konsultan endokrin RSCM Aman Pulungan, olahraga basket maupun renang tidak pernah terbukti menyebabkan tinggi badan bertambah. Meskipun diatakan Aman, olahraga  memang menyehatkan dan juga bisa memicu keluarnya hormon pertumbuhan. "Tapi bukan berarti renang dan basket dapat membuat anak bertambah tinggi," kata Aman dalam diskusi media di AP&AP Pediatric Growth and Diabetes Centre, Jakarta, baru-baru ini.

Pada dasarnya, imbuh Aman, semua jenis aktivitas fisik yang rutin dilakukan memang dapat memicu produksi hormon pertumbuhan.Karena alasan inilah anak-anak selalu disarankan untuk rutin melakukan aktivitas fisik di sekolah. "Manfaatnya lebih kepada mencegah anak obesitas," papar Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) ini.

Untuk memaksimalkan pertumbuhan anak, yang perlu diperhatikan adalah asupan nutrisinya mulai dari masa kehamilan ibu. Selain itu, menurut Aman salah satu faktor yang mendukung pertumbuhan anak adalah tidur yang cukup. Faktor tidur cukup ini kerap diabaikan karena banyak anak yang malah hobi tidur larut, antara lain karena pengaruh gawai (gadget)

Mengapa tidur penting dilakukan anak-anak? Tak lain karena produksi hormon pertumbuhan itu paling optimal saat anak tidur.

Lebih lanjut Aman menjelaskan, pada anak yang bertubuh pendek karena masalah medis lainnya, bisa diatasi dengan intervensi, seperti pertambahan hormon pertumbuhan atau tergantung apa penyebabnya.

Orangtua diminta proaktif memantau tumbuh kembang anak. Dengan begitu, jika ada masalah pertumbuhan, bisa ditangani sejak dini. Mengetahui apakah tumbuh kembang anak sesuai dengan kurva pertumbuhan normal dapat dilakukan lewat cara sederhana seperti mengukur tinggi badan.

Pertumbuhan tinggi dan berat badan merupakah salah satu indikator penting untuk menilai kesehatan, status nutrisi, dan latar belakang genetik anak.

Ketika anak bertubuh pendek, harus dipastikan apakah ada gangguan kesehatan. Jika karena masalah medis, orangtua pun tak perlu khawatir karena anak bertubuh pendek bisa diobati.

Beberapa kasus anak bertubuh pendek yang harus diobati, yaitu karena kurang hormon pertumbuhan, kurang hormon tiroid, berat badan lahir rendah, dan kelainan tulang bawaan.

"Kondisi itu harus diobati karena dapat menghambat pertumbuhan anak. Selain itu perlu diwaspadai adanya gangguan pada perkembangan otak, kemampuan kognitif, dan gangguan metabolisme tubuh lainnya," ujar Aman.

Pengobatan tentu disesuaikan penyebabnya. Pada kasus kekurangan hormon pertumbuhan dan berat badan lahir rendah, anak bisa diberi tambahan hormon pertumbuhan. Aman mengatakan, periode emas untuk mengobati anak bertubuh pendek karena masalah medis adalah sebelum pubertas.

“Intervensi seharusnya sebelum pubertas. Namun jika (penyebab pendek) karena kekurangan hormon tiroid, dari lahir sudah harus ditangani," tandasnya.***

Newsletter
Daftarkan alamat email anda untuk mendapatkan informasi terkini tentang kesehatan.
2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check