Begini Cara Menyimpan Daging Mentah dengan Benar

Begini Cara Menyimpan Daging Mentah dengan Benar

12 Sep 2016

Dokterdigital.com -  Kulkas penuh dengan daging sapi dan kambing? Yup, Idul Adha memang identik dengan pasokan daging melimpah.

Jika salah penanganan, daging segar rentan terkontaminasi bakteri penyebab kerusakan. Kadar air yang tinggi serta kandungan gizi lengkap di dalamnya memang menjadi media yang pas’ untuk pertumbuhan mikroba. Karenanya, jangan biarkan daging sapi segar berada di suhu ruang selama lebih dari 2 jam.

Bekukan daging sapi untuk memperpanjang umur simpannya. Sebelumnya, potong-potong daging dalam porsi sekali masak, lalu masukkan ke dalam plastik atau wadah tertutup rapat. Simpan dalam freezer atau lemari es bagian daging (chiller). Tujuannya, agar daging tidak kehilangan nilai gizinya akibat terlalu sering keluar-masuk lemari pendingin.
   
Bila akan dimasak, daging beku harus dicairkan butiran esnya (disebut dengan istilah thawing) terlebih dahulu supaya matangnya merata. Jika bagian dalam daging masih beku,  saat dimasak, bagian tersebut tidak mendapat panas yang tepat untuk membunuh bakteri jahat yang mungkin ada.

Saat thawing, jangan rendam daging beku dalam air, apalagi air panas. Biarkan esnya mencair secara alami dalam suhu ruang. Jika menggunakan microwave, lakukan dengan proses defroz. Dengan cara ini, sari daging tidak banyak yang terbuang.

Daging mentah dapat mengandung bakteri salmonella. Apabila bakteri salmonella ini berada dalam tubuh maka akan terjadi peradangan pada saluran pencernaan pada usus besar dan usus kecil.

Bahaya makan daging mentah yang mengandung salmonella bisa dirasakan sekitar 7 hingga 36 am setelah mengonsumsinya, ditandai dengan sakit pada perut dan diare.

Selain bakteri, pada daging mentah mungkin terdapat  cacing yang bisa menginfeksi tubuh bagian dalam manusia seperti cacing diphyllobothrium latum dari ikan, cacing taenia solium dari babi dan cacing taenia saginata dari sapi. Cacing tersebut bisa saja melakukan siklus hidupnya dalam tubuh manusia. Cacing yang masuk ke dalam usus akan bertelur, kemudian menjadi larva lalu tumbuh menjadi cacing dewasa dan bisa bertelur kembali dan terus mengalami siklus hidupnya.

Jadi disarankan mengolah daging dengan benar sebelum menyantapnya.***

 

 

2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check