Lari Mundur Galang Dana Bagi Edukasi Kanker, Ikutan Yuk

Lari Mundur Galang Dana Bagi Edukasi Kanker, Ikutan Yuk

06 Sep 2016

Dokterdigital.com - Kanker merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat  14 juta kasus kanker baru di dunia pada 2012 dan 8,2 juta kasus di antaranya meninggal dunia akibat kanker.

Ketua Perhimpunan Onkologi Indonesia & Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Prof DR dr Aru Wisaksono Sudoyo SpPD-KHOM menyebut, penyakit kanker sekarang sudah bisa menjadi suatu penyakit yang disebut penyakit dahsyat yang paling banyak menghabiskan uang pemerintah.

Di Indonesia sendiri, berdasarkan data riset kesehatan dasar Balitbangkes Kementerian Kesehatan menunjukkan prevalensi penderita kanker di Indonesia sebanyak 0,14 persen pada  2013. Sedangkan di negara maju, angka penyakit ini sudah menurun.

Menurut Aru, dari tahun ke tahun angka penderita kanker di Indonesia terus meningkat bahkan hingga mencapai angka yang mengkhawatirkan sehingga diperlukan penanganan dan sosialisasi secara berkesinambungan agar masyarakat lebih peduli akan bahaya kanker dan turut berupaya untuk menekan laju pertumbuhannya.

"Kanker itu di Indonesia (sebagai negara berkembang) secara umum meningkat tajam. Di Cipto (RSCM), bangsal dalam saja 35 persen (pasien) itu sakit kanker. Ini fenomena luar biasa. Kalau kanker itu enggak cuma pasien saja yang sakit, tapi juga keluarganya," beber Aru dalam temu media di Jakarta, kemarin.

Meningkatnya prevalensi penderita kanker dari tahun ke tahun di Indonesia, sebut Aru, umumnya disebabkan minimnya kesadaran masyarakat untuk melakukan deteksi kanker sejak dini dan kurangnya kesadaran untuk menerapkan gaya hidup sehat.

Untuk mengatasi hal tersebut, Aru menyarankan untuk menjalankan pola hidup sehat dan melakukan deteksi dini.

"Makan sayur dan buah-buahan 4 kali sehari bisa mengurangi kanker sebesar 30 persen. Olahraga juga nggak cuma untuk kebugaran. Olahraga aerobik  sudah ada penelitian bisa mengurangi kanker. Usahakan jangan merokok juga," tandas Aru.

Lari Mundur untuk Galang Dana

Yayasan Kanker Indonesia (YKI) dan PT Mundipharma Healthcare Indonesia akan menyelenggarakan lari mundur yang diberi nama RetroRun. Acara ini berkonsep sportainment dengan tema #irun4charity.

Festival lari mundur ini juga untuk mengedukasi penanganan kanker secara dini dan informasi penting lainnya.

"RetroRun berkonsep lari mundur, tentu banyak yang bertanya kenapa lari mundur. Karena ini sesuatu yang berhubungan dengan partisipasi yang bersifat fun," kata  Aru.

Country Manager PT Mundipharma Healthcare Indonesia, Manda Shinta Dewi menambahkan, RetroRun akan diselenggarakan pada 18 September di FX Sudirman, Jakarta. Sesuai dengan tema dan namanya, peserta juga akan diajak bergaya tahun 70 hingga 90-an.

RetroRun merupakan event lari mundur pertama yang diadakan di Indonesia. Mundipharma dan YKI sepakat untuk menginisiasi acara ini agar masyarakat Indonesia lebih peduli soal kanker. "Di RetroRun nanti para pelari juga diajak untuk bernostalgia di pit stop dengan tema 70an sampai 90an. Dalam pit stop tersebut juga terdapat booth informasi soal kanker dan info edukatif lainnya," ujar Manda.

RetroRun akan mengajak peserta untuk berlari mundur selama kurang kebih 3,5 Km. Untuk harga tiket sendiri dijual seharga Rp 150 ribu plus mendapatkan baju dan paket gratis lainnya. Dana penjualan riket ini nantinya akan disumbangkan ke YKI untuk edukasi kesadaran mengenai kanker.

Bagi Anda yang ingin berpartisipasi bisa mendaftarkan diri melalui situ RetroRun.co.id. Tiket bisa dibeli melalui GoTix, Tiket.com, dan Kiostix.com.***

 

 

 

2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check