Rambut Pubis Bisa Cegah Penularan Penyakit, Mitos atau Fakta?

Rambut Pubis Bisa Cegah Penularan Penyakit, Mitos atau Fakta?

11 Oct 2018

Dokterdigital.com - Rambut pubis alias rambut kemaluan diciptakan tentu memiliki kegunaan. Namun banyak juga orang yang 'merapikan' rambut bagian bawah ini dengan mencukur, atau bahkan 'membotakinya'.

Tapi tak sedikit pula yang membiarkan rambut pubis tumbuh apa adanya. Ada yang mempercayai bahwa membiarkan rambut pubis tumbuh apa adanya berguna untuk melindungi penyakit menular seksual (STD).

Namun menurut laman Prevention, rambut pubis yang dibiarkan tumbuh subur malah berpotensi sebagai lahan empuk bagi bakteri berbahaya.

“Tidak bisa dipungkiri bahwa bebas dari rambut di area tersebut akan membuatnya bersih, karena faktanya, bakteri menempel pada rambut (pubis),” kata Wendy Askew, MD, ahli Obstetri dan Ginekolog dari Institure for Women’s Health di San Antonio, Amerika Serikat.

Sementara menurut dokter spesialis kulit asal New York bernama Sejah Shah, MD, masih banyak perempuan yang salah mengasumsikan fungsi rambut pubis sebagai pelindung dari penyakit menular seksual yang dapat disebabkan oleh gesekan ketika berhubungan badan.

“Rambut pubis tidaklah cukup untuk memberikan perlindungan dari STD,” tegas Shah. Dia menambahkan keberadaan rambut pubis justru mendorong berkembangnya jumlah kuman yang ada di area kewanitaan tersebut.

Berdasarkan hasil studi di China disebutkan bahwa HPV atau Human Papilloma Virus yang terdapat pada rambut pubis pria, bisa saja menulari pasangan seksualnya. Penyakit STD yang diakibatkan oleh HPV di antaranya seperti kanker serviks atau leher rahim, kanker penis dan anus.***

 

 

 

2018 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check