Strategi Makan Karbohidrat agar Tak Bikin Gemuk

Strategi Makan Karbohidrat agar Tak Bikin Gemuk

18 Nov 2020

Dokterdigital.com - Karbohidrat selama ini 'dituduh' sebagai biang penyebab kegemukan. Namun sebuah penelitian menemukan bahwa karbohidrat tertentu tidak membuat berat badan bertambah. Bahkan, nasi putih dan kentang, dipastikan sehat jika dibuat dengan cara tertentu.

Karbohidrat telah disebut-sebut sebagai asupan yang perlu untuk dikurangi konsumsinya oleh banyak orang, ini karena kandungan gula di dalamnya dianggap dapat meningkatkan risiko beberapa penyakit seperti diabetes melitus alias kencing manis, khususnya jika dikonsumsi dalam jumlah banyak.

Namun, sebuah penelitian menemukan bahwa ada jenis tertentu dari karbohidrat yang tidak mempunyai dampak menambah berat badan.  Diet Dukan dan Atkins, yang sangat populer, telah menganjurkan orang untuk melakukan metode membatasi hingga membuang karbohidrat sama sekali mengingat reputasi buruk si karbohidrat.

Namun, konsultan ahli gizi Rebecca McManamon, dari British Dietetic Association, mengatakan karbohidrat merupakan bagian penting dari asupan makanan kita dan harus berhati-hati jika menguranginya dalam jumlah yang sangat drastis. "Berat badan akan turun dalam waktu yang cepat tetapi tidak berkelanjutan," kata McManamon seperti dikutip laman Independent.

"Karbohidrat sendiri tidak akan membuat kita menambah berat badan. Serat tertentu yang kita dapatkan dari karbohidrat malah dapat bermanfaat bagi tubuh kita," imbuhnya.

Sedangkan bagian yang salah yang tidak diketahui banyak orang adalah tentang porsi yang dikonsumsi. "Porsi yang disajikan di restoran seringnya lebih besar dari yang kita butuhkan," katanya.

Ahli diet Sian Porter mengatakan karbohidrat adalah kategori yang luas dan orang-orang harus tahu bahwa mereka tidak semua sama. Dia mengatakan yang penting adalah jenis dan jumlah karbohidrat dalam makanan kita. "Sementara kita harus mengurangi jumlah gula dalam makanan kita," ujarnya.

Profesor Paul Arciero, pakar ilmu kesehatan dan olahraga di New York Skidmore College, juga mengatakan telah melakukan penelitian tentang pati sebagai makanan sehat bagi orang-orang dengan diabetes tipe-2.

"Setelah Anda mengonsumsi makanan - terutama karbohidrat, tubuh dapat membakar persentase yang lebih besar dari lemak untuk dijadikan sebagai sumber energi yang sangat luar biasa," ujar Arciero seperti dikutip Time.***

 

2021 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check