Inilah Alasan Ciuman di Leher Bisa Picu Stroke

Inilah Alasan Ciuman di Leher Bisa Picu Stroke

12 Feb 2019

Dokterdigital.com - Ciuman di leher, yang biasanya dilakukan pasangan sebagai ekspresi cinta, ternyata bisa berujung maut. Seserius itukah? Bagi sebagian orang ternyata iya.

Seorang remaja Meksiko mengalami serangan stroke dan meninggal dunia setelah mendapat kecupan (cupang) dari kekasihnya.  Menurut laporan, remaja berusia 17 tahun ini, Julio Macias Gonzales, kejang-kejang saat makan malam dengan keluarganya.

Sebelumnya, remaja itu menemui sang kekasih.

Paramedis bergegas ke rumah keluarga Gonzales di Iztapalapa, Kota Meksiko. Namun sayang, nyawa remaja ini gagal diselamatkan. "Dokter menyatakan isapan dari ciuman cinta (cupang) menyebabkan darah membeku, yang lalu mengalir ke otak, sehingga Julio  mengalami stroke," demikian dilaporkan laman Express.co.uk.

Sang kekasih yang berusia 24 tahun dilaporkan menghilang setelah orangtua Julio menyalahkan dirinya. Konon hubungan keduanya tidak mendapat restu orang tua karena perbedaan umur yang jauh.

Insiden ciuman yang fatal juga pernah menimpa seorang wanita Maori di Selandia baru. Wanita berusia 44 tahun yang tidak disebut namanya itu mengalami stroke ringan setelah berciuman.

Dokter menemukan sebuah memar di leher kanan wanita itu saat berusaha mencari penyebab strokenya. Si wanita pun mengaku hal itu berasal dari ciuman beberapa hari sebelumnya.

Petugas medis memastikan gumpalan darah akibat ciuman itu mengalir ke hati, sehingga menyebabkan stroke dan lengan kirinya lumpuh. "Karena trauma fisik dari isapan, menyebabkan luka pada arteri darah," kata Dr. Teddy Wu, yang merawat si wanita di Rumah Sakit Middlemore, Auckland, Selandia Baru. Kasus ini dilaporkan di New Zealand Medical Journal.

Rasanya tidak ada pernah menyangka jika ciuman atau kecupan yang merupakan salah satu simbolisasi kasih sayang ternyata menyimpan potensi bahaya untuk kesehatan.

Sementara itu, laman healthmeup sebelumnya telah melaporkan bahwa ciuman atau kecupan di bagian leher yang menyebabkan memar kemerahan (atau biasa dikenal dengan cupang) bisa menyebabkan trauma fisik.

"Saat melakukab cupang, pastinya ada hisapan disana. Hal tersebut dapat menyebabkan trauma dan sedikit memar dalam pembuluh darah. Setidaknya ada gumpalan pada bagian arteri yang bisa membahayakan kesehatan," papar Teddy Wu, seorang dokter yang melakukan penelitian terhadap hal tersebut.

Menurut dokter Wu, adanya memar kemerahan akibat kecupan yang disertai gerakan menyedot bisa menyebabkan terjadinya kerusakan pada bagian arteri utama yang memicu munculnya gumpalan darah.

"Jika gumpalan tersebut terbawa sampai ke jantung, maka hal tersebut dapat menyebabkan hadirnya risiko stroke ringan yang terwujud dalam kekakuan separuh bagian tubuh," pungkasnya.***

 

2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check