Inilah 8 Tanda Kamu Jor-joran dalam Konsumsi Gula

Inilah 8 Tanda Kamu Jor-joran dalam Konsumsi Gula

20 Feb 2019

Dokterdigital.com - Gula memang manis. Namun mengonsumsi gula dalam jangka panjang ternyata membuahkan hasil yang tidak semanis rasa gula di lidah lho. Sejumlah riset telah menunjukkan bahwa konsumsi gula berlebih bisa memicu berbagai penyakit kronis.

Sebaiknya, ketahui kapan kita sudah termasuk ke dalam golongan yang doyan mengonsumsi gula berlebih. Tubuh akan memberikan tanda-tanda jelas apabila kita jor-joran dalam mengonsumsi gula. Laman Self merangkumnya sebagai berikut:

1. Selalu ingin nambah makanan manis

Semakin banyak gula yang kita konsumsi, maka akan semakin banyak lagi kita menginginkannya. “Ini mirip lingkaran setan. Semakin banyak seseorang mengonsumsi gula, maka keinginan makan manis akan semakin tinggi,” kata Brooke Alpert, penulis buku “The Sugar Detox: Lose Weight, Feel Great and Look Years Younger”.

Hal ini terjadi bukan karena indera perasa di lidah sudah beradaptasi dengan rasa manis, tapi karena perasaan bahagia yang diberikan oleh makanan manis sama kuatnya seperti seseorang yang kecanduan obat-obatan terlarang. Nah.

2. Tubuh terasa lemas

Saat tubuh menerima asupan gula, insulin akan mengubah gula menjadi energi yang memicu semangat dan menyebabkan gula darah meningkat. Namun, ketika gula ‘habis’ diproduksi, perasaan bersemangat itu juga hilang. Imbasnya, tubuh akan terasa lemas.

Jika sudah demikian, tubuh akan memerintahkan otak untuk mencari lebih banyak makanan manis. Padahal, jika hanya mengonsumsi gula, tubuh berarti kekurangan protein dan serat.

3. Masalah kulit seperti jerawat

“Kelebihan konsumsi gula bisa menimbulkan peningkatan hormon yang bisa memicu gangguan kulit, seperti ruam atau jerawat,” kata Dr. Rebecca Kazin dari Washington Institute of Dermatologic Laser Surgery.

Makan gula terlalu banyak juga bisa langsung terlihat pada kulit.  Tanda-tanda yang mungkin muncul akibat konsumsi gula berlebih adalah kulit kusam, berminyak, bahkan berjerawat.

4. Gangguan suasana hati

Gula, di satu sisi memang membuat bersemangat, tapi saat gula darah turun, suasana hati pun bisa ikut murung. Selain itu, energi yang rendah juga bisa membuat suasana hati buruk. Kalau kamu mengalami mood swing, curigai, jangan-jangan memang berlebih dalam makan gula.

5. Berat badan naik

Ini menjadi gejala yang ditakuti banyak orang, pasalnya konsumsi gula tinggi bisa menyebabkan penambahan berat badan. Tidak hanya itu, saat tubuh memproduksi terlalu banyak insulin untuk mengolah gula, dalam jangka waktu terlalu lama, hal yang mungkin dituai adalah terkena diabetes mellitus alias kencing manis.

6. Penumpukan karang gigi

Bukan hanya menimbulkan masalah kulit dan menambah berat badan, konsumsi gula terlalu banyak juga bisa menimbulkan karang gigi dan bisa menyebabkan gigi berlubang. Nah. Hati-hati.

7. Sulit konsentrasi

Saat tubuh terlalu banyak mengonsumsi gula, secara langsung gula darah akan meningkat drastis dan turun secara drastis pula. Akibatnya, otak akan sulit fokus pada berbagai hal. Jika hal ini terus berlanjut, risiko demensia dini alias kepikunan pun akan meningkat.

8. Lidah kebal

Terlalu banyak mengonsumsi gula akan membuat lidah kebal terhadap makanan manis. Akibatnya, kamu akan terus menambah gula karena lidah merasa ‘kurang manis’. Mulai sekarang kurangi asupan gulamu sebelum muncul masalah yang bakal kamu sesali kemudian.

2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check