Pinggang Berlemak Dekat dengan Risiko Kanker Prostat

Pinggang Berlemak Dekat dengan Risiko Kanker Prostat

08 Aug 2019

Dokterdigital.com - Setelah menikah, atau ketika mencapai usia tertentu, pria umumnya menumpuk lemak di perut. Lemak perut ini bahkan terasa saat dicubit, dan menghasilkan efek samping pinggang yang juga melebar.

Ada yang bilang gemuk lambang kemakmuran. Sebaiknya jangan percaya jargon ini. Percayalah kalau kegemukan merupakan sumber penyakit. Penelitian menunjukkan ukuran lingkar pinggang yang besar lebih berisiko menderita kanker prostat, menurut sebuah penelitian.

Riset yang melibatkan 140.000 laki-laki dari negara Eropa menemukan bahwa peningkatan lingkar pinggang 10 cm dapat meningkatkan risiko kanker 13%.

Secara umum, laki-laki dengan lingkar pinggang lebih dari 94 cm (atau 37 inchi) lebih berisiko, menurut penelian Universitas Oxford.

Penelitian yang dipresentasikan di European Obesity Summit di Gothenburg, Swedia, melihat hubungan antara ukuran tubuh laki-laki berusia 50 tahun ke atas dengan risiko kanker prostat dalam 14 tahun terakhir.

Pada masa itu, dari 7.000 kasus kanker prostat, 934 di antaranya berakhir dengan kematian.

Peneliti juga mengamati risiko kematian akibat kanker prostat ada pada laki-laki dengan ideks massa tubuh (BMI) tinggi.

Menurut peneliti Dr Aurora Perez-Cornago risiko ini kemungkinan meningkat dari hormon penyebab kanker yang ditemukan pada sel lemak, tetapi pengamatan ini belum sepenuhnya terbukti.

"Laki-laki harus memelihara berat tubuh mereka dan sedapat mungkin mengurangi lemak di lingkar pinggang," saran Aurora seperti dilansir BBC.

Menurut Thea Cunningham dari Cancer Research UK, perlu riset lebih jauh untuk mendapatkan hasil lebih tegas mengenai hal ini.

Hubungan Kegemukan dan Kanker

Peningkatan jumlah pengidap obesitas dan berat badan yang tidak sehat dapat dikaitkan dengan jumlah kasus kanker tambahan yang mencapai 670.000 dalam 20 tahun ke depan, menurut kajian lembaga Inggris.

Penelitian terbaru menunjukkan obesitas terkait dengan beberapa jenis kanker, antara lain kanker esofagus (tenggorokan), rahim, dan tumor usus.

Dalam studi ini, sejumlah peneliti menggunakan sistem pemodelan komputer, bersama-sama dengan data kesehatan di masa lampau dan sekarang, untuk memprediksi dampak dari obesitas selama 20 tahun ke depan.

Hasil penelitian mereka menunjukkan peningkatan jumlah orang yang memiliki kelebihan berat badan atau obesitas akan berkontribusi terhadap 4,6 juta kasus tambahan penyakit diabetes tipe-2 dan 1,6 juta kasus tambahan penyakit jantung pada 2035.

Dan para ahli memperkirakan hal ini dapat menyebabkan meningkatnya biaya tambahan sebesar £2,5 miliar untuk Layanan Kesehatan Nasional Inggris pada tahun 2035.

Guna mencegahnya, lembaga riset kanker Inggris dan forum kesehatan Inggris menyerukan sebuah laporan berisi sejumlah rekomendasi, termasuk seruan kepada stasiun-stasiun televisi untuk memotong sejumlah iklan yang menayangkan makanan tidak sehat.

Konsumsi Makanan 'Sampah'

Rekomendasi lainnya ialah menetapkan pajak sebesar 20 sen per liter untuk minuman yang mengandung pemanis dan mengevaluasi bagaimana makanan itu diiklankan secara daring.

Profesor Susan Jebb, di Universitas Oxford, mengatakan meski ia menyambut sejumlah masukan untuk membatasi masalah obesitas, namun ia melihat laporan ini mengabaikan kebutuhan untuk mendanai orang-orang yang sudah mempunyai kelebihan berat badan.

"Kebanyakan orang tahu bahwa merokok dapat menyebabkan kanker, tapi untungnya, kebanyakan orang di Inggris sekarang tidak merokok. Dan bagi mereka, menjaga berat badan adalah hal yang paling penting yang dapat mereka lakukan untuk mengurangi risiko terkena kanker," kata Jebb.

Para pejabat dari Departemen Kesehatan mengatakan mereka telah melarang iklan yang menampilkan makanan rendah gizi atau junk food selama program televisi untuk anak-anak berlangsung dan akan meluncurkan strategi obesitas anak-anak dalam waktu dekat.

Jika kecenderungan ini terus berlanjut, para ahli mengatakan, hampir tiga dari empat orang dewasa bisa memiliki kelebihan berat badan atau obesitas pada tahun 2035 nanti, dan hal itu menyebabkan sejumlah masalah kesehatan.

Mengapa obesitas dikaitkan dengan kanker? Ada sejumlah teori yang mencoba menjelaskan, di antaranya:

* Jaringan lemak dapat menghasilkan jumlah kelebihan hormon tertentu yang dapat mengganggu pertumbuhan sel-sel normal.

* Obesitas dapat menyebabkan peradangan pada jaringan, yang pada gilirannya dapat meningkatkan risiko jaringan tersebut menjadi kanker.

* Lemak bisa mengganggu langkah protein yang dirancang untuk menjaga pertumbuhan sel.

 

 

2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check