Ini Lho Perbedaan Zika dan Demam Berdarah Dengue

Ini Lho Perbedaan Zika dan Demam Berdarah Dengue

02 Sep 2016

Dokterdigital.com -  Virus Zika menjadi begitu popular dalam beberapa hari terakhir. Ditemukan pertama kali di hutan Zika, Uganda, pada 1947, virus ini diketahui menginfeksi manusia pada 1954. Penderitanya dijumpai di Afrika dan Asia. Awalnya, virus tersebut tak merebak di Barat. Namun nyatanya kini Amerika juga terkena penyebaran virus ini.

Sama-sama ditularkan lewat gigitan nyamuk Aedes aegypti, namun Zika berbeda dengan demam berdarah dengue (DBD). Tak seperti DBD, virus Zika tak menyebabkan komplikasi fatal pada penderita dewasa dan anak-anak. Namun, virus Zika justru berbahaya bagi janin.

Di Brazil, ditemukan ratusan kasus kelahiran bayi dengan otak mengecil (microcephaly) setelah sang ibu terinfeksi virus itu selama hamil.

Persamaan Zika dengan DBD:
- Sama-sama ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti.
- Gejala pada awal penjangkitan (terinfeksi), pasien akan mendadak terserang demam, merasa lemas, dan keluar bintik-bintik kemerahan pada kulit badan.

Perbedaan Zika dengan DBD:
- Demam pada pengidap Zika tidak terlalu tinggi sebagaimana yang dialami penderita DBD. Panas tubuh mereka yang terinfeksi virus Zika maksimal 38 derajat Celsius.
- Ruam pada kulit pengidap Zika melebar dengan benjolan tipis yang timbul.
- Muncul rasa nyeri pada sendi dan otot, kadang disertai lebam serta bengkak pada sendi dan otot seperti terbentur serta keseleo ringan. Penderita DBD tak mengalami nyeri pada sendi.
- Mata orang yang terinfeksi virus Zika memerah karena mengalami radang konjungtiva.
- Infeksi virus Zika tidak menunjukkan penurunan kadar trombosit sebagaimana halnya penderita DBD.

Untuk mencegah bayi terinfeksi virus Zika, perempuan hamil disarankan untuk menghindari sejumlah negara, yaitu Brazil, Venezuela, Bolivia, Paraguay, Kolumbia, Ekuador, Guyana, Suriname, Guyana, Prancis, Panama, Guatemala, Honduras, El Salvador, Puerto Rico, Guadeloupe, St. Martin, Martinique, Barbados, Kepulauan Virgin, Cape Verde, dan Samoa.

Wabah Zika Lebih Buruk dari yang Diduga

Pejabat kesehatan Brazil mengatakan, wabah virus Zika ternyata lebih buruk daripada yang diyakini selama ini karena kebanyakan kasus tidak menunjukkan gejala. Namun membaiknya pengujian akan memungkinkan negara itu mendapatkan pegangan yang lebih baik pada krisis kesehatan masyarakat yang tengah berkembang.

Menteri Kesehatan Marcelo Castro mengatakan kepada Reuters (1/2), bahwa Brazil akan memulai kewajiban melaporkan kasus virus Zika oleh pemerintah daerah - minggu depan - ketika sebagian besar wilayah telah memiliki laboratorium lengkap untuk menguji Zika, penyakit yang ditularkan oleh virus yang ditularkan oleh nyamuk yang dengan cepat menyebar melalui Amerika Latin. Virus Zika tidak memiliki vaksin atau obat saat ini.

Pada Senin (1/2), Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan status wabah Zika sebagai darurat global, keputusan yang akan membantu  mempercepat  tindakan dan prioritas penelitian di tataran internasional.

Di Brazil, negara yang diyakini paling terpukul oleh Zika, wabah ini telah memicu ketakutan khususnya di kalangan perempuan hamil setelah ahli lokal menghubungkan  dampak virus Zika dengan ribuan kasus mikrosefali, atau kepala abnormal kecil dan keterbelakangan otak pada bayi baru lahir.

"Delapan puluh persen orang yang terinfeksi oleh Zika tidak mengembangkan gejala yang signifikan. Sejumlah besar orang bahkan memiliki virus ini tanpa gejala, sehingga situasinya lebih serius dari yang dapat kita bayangkan," kata Castro dalam sebuah wawancara seperti dikutip Reuters. "Harapan besar kami adalah menemukan vaksin.”

 

2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check