Pembuahan Bayi Tabung Kini Bisa Dilakukan di Rahim

Pembuahan Bayi Tabung Kini Bisa Dilakukan di Rahim

20 Jan 2016

Dokterdigital.com -  Ada terobosan teknologi yang menggembirakan terkait mengupayakan anak melalui metode bayi tabung. Sebuah klinik kesuburan di Inggris menawarkan metode baru program bayi tabung, sehingga proses pembuahan dapat dilakukan dalam rahim. Selama ini pertemuan telur dan sperma pada bayi tabung dilakukan di luar rahim.

Para dokter berharap bahwa dengan dilakukannya pembuahan yang lebih alami akan membuat masa kehamilan yang sehat.

Klinik The Complete Fertilitydi Southampton adalah klinik pertama di Inggris yang menggunakan metode perangkat yang disebut AneVivo.

Alat ini berbentuk kapsul tabung kecil yang diisi dengan sperma dan sel telur sebelum dimasukkan ke dalam rahim.

Prof Nick Macklon, kepala klinik, menegaskan bahwa metode ini bukan sebuah tipuan. "Pada tahap ini kita hanya menawarkan kepada pasien-pasien khusus. Tapi bukan berarti bahwa teknologi baru seperti ini tidak dapat diperkenalkan secara hati-hati. Saya sangat tertarik mempelajari inovasi baru dalam IVF (in vitro fertilisation)," ujarnya seperti dilansir BBC.

Teknik yang menelan biaya sekitar 700 pound atau setara Rp 13,3 juta ini telah disetujui oleh badan pengawas kesuburan Inggris, HFEA.

Uji coba internasional yang dilakukan pada 250 wanita menunjukkan bahwa teknik itu mencapai tingkat kehamilan yang mirip dengan program bayi tabung (IVF) konvensional, kata Prof Macklon.

Tetapi hal itu mengurangi lamanya pertumbuhan embrio yang disimpan secara buatan di luar rahim yaitu dalam sebuah piring plastik yang berisi cairan.

"Tujuannya adalah untuk memaksimalkan waktu yang dihabiskan di dalam tubuh daripada di laboratorium. Manfaat langsungnya adalah mengurangi paparan yang saat ini sangat rentan dengan perkembangan manusia ketika gen-gen itu sedang ‘dinyalakan’ dan dimatikan,” kata Prof Macklon.

Beberapa studi telah menunjukkan bahwa embrio yang tumbuh dalam piring lab meningkatkan risiko cacat genetik dan kesehatan lainnya.

Sejauh ini belum diketahui apakah perangkat rahim itu merupakan suatu kemajuan.

Meskipun dimungkinkan terjadi pembuahan di dalam tubuh, embrio yang dihasilkan masih perlu diangkat dan diperiksa kesehatannya di laboratorium sebelum ditanam kembali (minus perangkat).

Saat badan pengawas kesuburan (HFEA) menyetujui teknologi ini, komite penasihat mengatakan, mereka belum menemukan adanya bukti bahwa alat tersebut tidak efektif atau tidak aman.

Namun mereka tidak merasa bahwa ada data klinis yang cukup untuk mengatakan apakah proses itu memiliki manfaat yang besar atau lebih kecil daripada metode IVF tradisional dan mengatakan bahwa proses itu bisa menambah biaya yang tidak perlu untuk para pasien.

 

 

2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check