Serba-Serbi Gangguan Menstruasi, Cek Yuk

Serba-Serbi Gangguan Menstruasi, Cek Yuk

19 Jan 2016

Dokterdigital.com -  Perempuan (normal) dipastikan akan mengalami menstruasi, yaitu keluarnya darah dari organ genital perempuan yang berlangsung sebulan sekali. Kita lazim menyebut menstruasi sebagai tamu bulanan, dan disingkat dengan mens atau ada yang lebih nyaman menyebutnya dengan haid.

Saat mengalami menstruasi, artinya lapisan dinding rahim (uterus) luruh. Darah menstruasi mengalir dari rahim melalui lubang kecil di leher rahim (serviks) dan keluar dari tubuh melalui vagina. Kebanyakan periode menstruasi berlangsung tiga sampai lima hari.

Siklus Menstruasi, Apa Sih Itu?

Ketika siklus haid datang secara teratur, ini disebut siklus menstruasi. Siklus menstruasi yang teratur adalah tanda bahwa bagian penting dari tubuh perempuan bekerja secara normal. Siklus menstruasi menyediakan bahan kimia tubuh yang penting, yang disebut hormon, menjaga tubuh perempuan dalam kondisi tetap sehat. Hal ini juga mempersiapkan tubuh perempuan menyambut kehamilan setiap bulannya.

Siklus menstruasi dihitung dari hari pertama menstruasi ke hari pertama periode (siklus menstruasi) bulan depannya. Siklus menstruasi rata-rata adalah 28 hari. Siklus menstruasi ini bisa berkisar 21-35 hari pada orang dewasa dan 21-45 hari pada gadis remaja. Naik turunnya tingkat hormon selama sebulan akan mengontrol siklus menstruasi.

Apa Yang Terjadi Selama Siklus Haid?

Pada paruh pertama dari siklus, tingkat estrogen (yang lazim disebut sebagai "hormon wanita") mulai naik. Estrogen memainkan peran penting dalam menjaga tubuh perempuan tetap sehat, terutama dengan membantu membangun tulang yang kuat dan untuk membantu menjaganya tetap kokoh seiring bertambahnya usia.

Hormon estrogen juga membuat lapisan rahim (uterus) tumbuh dan menebal. Lapisan rahim ini adalah tempat yang akan memelihara embrio jika terjadi kehamilan. Pada saat yang bersamaan lapisan rahim berkembang, telur, atau sel telur, di salah satu indung telur mulai matang. Pada kisaran hari ke-14 dari siklus haid rata-rata 28 hari, telur meninggalkan ovarium. Nah, inilah yang disebut dengan ovulasi.

Setelah telur meninggalkan ovarium, telur ini akan ‘berjalan’ melalui saluran telur ke rahim. Kadar hormon meningkat dan membantu mempersiapkan lapisan rahim untuk kehamilan. Seorang perempuan paling mungkin untuk hamil selama tiga hari sebelum atau pada hari ovulasi. Perlu diingat, perempuan dengan siklus yang lebih pendek atau lebih lama dari siklus menstruasi rata-rata mungkin berovulasi sebelum atau setelah hari ke-14.

Nah, perempuan bisa menjadi hamil jika telur dibuahi oleh sel sperma pria dan menempel pada dinding rahim. Jika telur tidak dibuahi, ia akan pecah. Kemudian, kadar hormon menurun, dan lapisan rahim yang menebal akan luruh selama periode menstruasi.

Siklus Menstruasi, Hari 1

Hari 1 dimulai dengan hari pertama menstruasi. Hal ini terjadi setelah kadar hormon menurun pada akhir siklus sebelumnya, memberikan sinyal darah dan jaringan yang melapisi uterus (rahim) untuk pecah dan luruh dari tubuh. Perdarahan ini berlangsung sekitar 5 hari.

Siklus Menstruasi, Hari 7

Biasanya pada hari ke 7, perdarahan akan berhenti. Hingga saat ini, hormon menyebabkan kantong berisi cairan - yang disebut folikel - berkembang di ovarium. Setiap folikel mengandung telur.

Siklus Menstruasi, Hari 7-14

Antara hari ke 7 dan 14, satu folikel akan terus berkembang dan mencapai kematangan. Lapisan rahim mulai menebal, menunggu telur dibuahi dan selanjutnya menempel. Lapisan ini kaya darah dan nutrisi.

Siklus Menstruasi Setelah Hari 14

Sekitar hari ke 14 (dalam siklus menstruasi 28 hari), hormon menyebabkan folikel yang matang pecah dan melepaskan sel telur dari ovarium, sebuah proses yang disebut ovulasi.

Selama beberapa hari ke depan, telur akan melakukan perjalanan menuruni tuba falopi menuju rahim. Jika sperma bertemu dengan sel telur di sini, telur yang dibuahi itu akan terus turun tuba falopi dan menempel ke dinding rahim.

Jika telur tidak dibuahi, kadar hormon akan turun pada hari ke 25. Ini menandakan siklus menstruasi berikutnya dimulai. Telur akan pecah dan luruh menjadi periode menstruasi selanjutnya.

Siklus Menstruasi Tidak Teratur/Khas

Selama periode menstruasi, tubuh perempuan meluruhkan lapisan rahim menebal dan darah tambahan melalui vagina. Periode menstruasi ini mungkin tidak sama setiap bulan. Hal ini juga mungkin berbeda antara perempuan yang satu dengan lainnya.

Menstruasi bisa beragam, mulai dari ringan, sedang, atau berat – bergantung pada berapa banyak darah yang keluar dari vagina. Ini disebut aliran menstruasi. Panjang periode menstruasi juga bervariasi. Kebanyakan berlangsung dari tiga sampai lima hari. Tapi, periode haid dua sampai tujuh hari masih dianggap normal.

Selama beberapa tahun pertama setelah menstruasi dimulai, mengalami siklus menstruasi yang lebih lama dianggap sebagai hal umum. Siklus seorang perempuan cenderung memendek dan menjadi lebih teratur dengan bertambahnya umur. Periode menstruasi biasanya di kisaran 21 hingga 35 hari.

Masalah Ketika Menstruasi

Perempuan bisa memiliki masalah terkait dengan menstruasi, termasuk nyeri, kram, perdarahan berat, dan bahkan tidak mengalamo menstruasi. Kita akan mengulas masalah mesntruasi ini satu persatu:

1. Amenore

Amenore adalah suatu kondisi medis yang ditandai dengan tidak adanya periode menstruasi, baik yang bersifat sementara maupun menetap. Kondisi ini dapat diklasifikasikan dalam kelompok yang berbeda karena penyebabnya yang berbeda-beda, yakni Amenore Primer dan Amenore Sekunder.

Amenore Primer

Amenore primer ditandai dengan kegagalan untuk memiliki periode menstruasi pada usia 16 tahun. Hal ini dapat disebabkan oleh banyak faktor, seperti pembentukan organ reproduksi yang buruk, kegagalan ovarium untuk memproduksi sel telur, berat badan rendah atau sindroma Turner.

Amenore Sekunder

Amenore Sekunder didefinisikan sebagai tidak adanya periode menstruasi selama tiga periode siklus menstruasi berturut-turut atau dalam periode lebih dari enam bulan pada wanita yang sebelumnya sudah memiliki siklus menstruasi. Hal ini dapat disebabkan oleh banyak faktor, seperti kehamilan, ketidakseimbangan hormonal, stress, olahraga yang berlebihan, dan turunnya berat badan secara drastis.

Keadaan-keadaan seperti kegagalan ovarium prematur dan hipotiroid juga dapat menyebabkan amenore sekunder.

Apakah Amenore Berbahaya?

Amenore tidak mengancam jiwa dan biasanya dapat diobati dengan pil kontrasepsi oral dan terapi pengganti hormon untuk mencegah komplikasi, seperti osteoporosis, dikarenakan oleh penurunan kadar hormon estrogen perempuan.

Seperti disebutkan sebelumnya, ketika siklus menstruasi datang secara teratur, ini berarti bahwa bagian-bagian penting dari tubuh perempuan bekerja secara normal. Dalam beberapa kasus, periode menstruasi yang tidak datang bisa berarti ovarium telah berhenti memproduksi jumlah normal estrogen. Hilangnya hormon ini dapat memiliki efek penting pada kesehatan secara keseluruhan.

Masalah hormonal, seperti yang disebabkan oleh sindroma ovarium polikistik (PCOS) atau masalah serius dengan organ reproduksi, mungkin berperan dalam hal ini, demikian dilansir laman kesehatan Medicinenet.com.

Jika kamu mengalami masalah seperti ini, jangan tunda untuk berbicara dengan dokter kandungan dan kebidanan (SpOG atau Obgyn).

2. Dismenore

Dismenore merupakan rasa sakit di perut bagian bawah selama menstruasi dan juga dapat dirasakan di pinggul, punggung bawah, atau paha. Rasa sakit bersifat spasmodik atau muncul kram. Gejala lain yang dapat menyertainya antara lain mual, muntah, diare, pusing, atau perasaan sakit umum.

Bagi kebanyakan perempuan, nyeri haid biasanya dimulai sesaat sebelum atau selama periode menstruasi, puncaknya setelah 24 jam, dan mereda setelah dua hingga tiga hari.

Kebanyakan perempuan mengalami nyeri haid ringan pada menstruasi hari pertama atau kedua – dan ini tergolong normal. Namun sekitar 10 persen perempuan ada yang mengalami rasa sakit yang tergolong berat.

Ada dua tipe atau jenis dismenore, yaitu Dismenore Primer dan Sekunder, yang dikelompokkan berdasarkan penyebab nyeri haid yang mendasarinya.

Dismonere Primer

Dismenore Primer merupakan nyeri haid yang tidak disebabkan oleh gangguan ginekologi (alat reproduksi wanita) tetapi itu merupakan proses normal menstruasi itu sendiri. Dismenore Primer merupakan jenis keluhan nyeri haid yang paling banyak, yang mempengaruhi lebih dari 50 persen perempuan.

Dismenore Primer ini lebih mungkin dialami oleh anak perempuan selama masa remaja.

Dismonere Sekunder

Sedangkan Dismenore Sekunder merupakan nyeri haid yang umumnya terkait dengan beberapa jenis gangguan ginekologi. Sebagian besar gangguan ini dapat dengan mudah diobati dengan obat nyeri haid atau bahkan operasi. Dismenore Sekunder lebih mungkin dialami oleh perempuan selama masa dewasa.

Tanda Menstruasi Dismenore Primer

Nyeri menstruasi ini disebabkan oleh aktifitas prostaglandin. Pada saat menstruasi, lapisan rahim yang rusak dikeluarkan dan digantikan yang baru, senyawa molekul yang disebut prostaglandin dilepaskan. Senyawa ini menyebabkan otot-otot rahim berkontraksi.

Ketika terjadi kontraksi otot rahim, maka suplai darah ke endometrium menyempit. Proses inilah yang menyebabkan rasa sakit saat menstruasi.

Zat lain yang dikenal sebagai leukotrien, yang merupakan bahan kimia yang berperan dalam respon inflamasi (peradangan), juga meningkat pada saat ini dan mungkin berhubungan dengan timbulnya nyeri menstruasi.

Selain itu, kurang olahraga, stres psikis dan sosial juga menjadi faktor lain yang menyebabkan nyeri haid primer.

Tanda Menstruasi Dismenore Sekunder

Dismenore Sekunder dapat disebabkan oleh beberapa kondisi, termasuk:

* Fibroid – tumor jinak yang berkembang di dalam dinding rahim.

* Adenomiosis – jaringan yang melapisi rahim (disebut endometrium) yang normalnya berada dipermukaan malah tumbuh di dalam dinding otot rahim.

* Infeksi menular seksual (IMS).

* Endometriosis – fragmen dari lapisan endometrium yang normalnya hanya ada pada rahim malah tumbuh pada organ panggul lainnya.

* Penyakit radang panggul (PID), terutama akibat infeksi pada saluran tuba, tetapi juga dapat mempengaruhi indung telur, rahim, dan leher rahim.

* Kista ovarium atau tumor.

* Penggunaan alat kontrasepsi dalam rahim (IUD), atau dikenal juga dengan istilah KB spiral.

Nah, apabila kamu mengalami nyeri haid, periksalah ke dokter untuk menentukan apakah Dismenore Primer atau Sekunder.

Pemeriksaan yang mungkin dilakukan antara lain pemeriksaan panggul, darah dan urin. Mungkin juga diperlukan ultrasound (USG) untuk mendapatkan gambaran organ internal atau bahkan menggunakan teknik laparoskopi untuk melihat langsung ke dalam rahim.

3. Perdarahan Uterus Abnormal

Perdarahan uterus abnormal adalah perdarahan vagina yang berbeda dari periode menstruasi normal. Yang masuk dalam kategori ini antara lain:

- Perdarahan antara periode menstruasi.

- Perdarahan setelah berhubungan seks.

- Spotting (keluarnya bercak darah) dalam siklus menstruasi.

- Perdarahan berat atau lebih panjang dari biasanya.

- Perdarahan setelah menopause.

Perdarahan abnormal dapat memiliki banyak penyebab. Beberapa dari perdarahan abnormal ini tidak serius dan mudah diobati. Namun ada juga yang bersifat serius, tergantung penyebabnya.

Pada remaja putri dan perempuan yang mendekati menopause, perubahan hormon dapat menyebabkan waktu menstruasi yang lama bersamaan dengan siklus haid yang tidak teratur. Bahkan jika penyebabnya adalah perubahan hormonal, hal ini bisa diobati.

Yang harus diingat bahwa perubahan ini terjadi karena terkait masalah kesehatan serius lainnya, seperti fibroid rahim, polip, atau bahkan kanker. Temui dokter jika kamu mengalami perdarahan abnormal.

Menstruasi/Haid Pertama

Di Amerika Serikat, usia rata-rata bagi seorang gadis untuk mendapatkan menstruasi pertamanya adalah 12. Namun ini tidak berarti bahwa semua gadis mulai haid pada usia yang sama. Seorang gadis bisa mulai menstruasi antara usia 8 dan 15.

Sebagian besar remaja mendapatkan haidpertama dimulai sekitar dua tahun setelah payudara mulai berkembang. Jika seorang gadis tidak mendapatkan menstruasi pertama pada usia 15, atau jika sudah lebih dari 2 sampai 3 tahun sejak pertumbuhan payudara dimulai, dia harus menemui dokter untuk mencari tahu penyebabnya.

Wanita dan Menstruasi

Perempuan biasanya mendapatkan menstruasi hingga menjelang menopause. Menopause atau mati haid terjadi antara usia 45 dan 55, biasanya sekitar usia 50 tahun. Menopause berarti bahwa seorang perempuan tidak lagi berovulasi (menghasilkan telur) atau mengalami menstruasi dan tidak bisa lagi hamil.

Seperti halnya menstruasi, usia mendapatkan menopause dapat bervariasi antara wanita satu dengan lainnya, dan perubahan ini dapat terjadi selama beberapa tahun.

Saat tubuh perempuan mulai bergerak ke masa menopause disebut transisi menopause. Ini dapat berlangsung dari dua sampai delapan tahun. Beberapa perempuan mengalami menopause dini karena operasi atau perawatan lainnya, penyakit, atau alasan lain, demikian menurut laman womenshealth.gov.

Jika kamu tidak mendapatkan menstruasi selama 90 hari, segera hubungi dokter untuk mencari tahu penyebabnya. Dokter akan memeriksa kemungkinan kehamilan, menopause dini, atau masalah kesehatan lain yang dapat menyebabkan menstruasi berhenti atau datang tidak teratur.

Ganti Pembalut/Tampon Saat Menstruasi

Disarankan mengganti pembalut sebelum pembalut terlalu basah dengan darah. Setiap perempuan bisa memutuskan yang terbaik untuk dirinya sendiri. Kamu sebaiknya mengganti tampon setidaknya setiap 4-8 jam.

Pastikan untuk menggunakan tampon dengan daya serap terendah untuk masa menstruasi yang perdarahannya ringan. Menggunakan tampon berdaya serap super pada saat perdarahan menstruasi ringan (sedikit) bisa meningkatkan risiko terkena toxic shock syndrome (TSS), demikian dilansir Medicinenet.com.

TSS adalah penyakit langka tapi kadang-kadang mematikan. TSS disebabkan oleh bakteri yang dapat menghasilkan racun. Jika tubuh tidak dapat melawan racun, system kekebalan (pertahanan tubuh) perempuan akan bereaksi dan menyebabkan gejala TSS.

Perempuan muda mungkin lebih mungkin untuk mendapatkan TSS. Menggunakan segala jenis tampon menempatkan perempuan pada risiko yang lebih besar untuk terkena TSS ketimbang memakai pembalut..***

 

2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check