Gula Lebih Jahat Ketimbang Lemak Bagi Jantung

Gula Lebih Jahat Ketimbang Lemak Bagi Jantung

22 Oct 2018

Dokterdigital.com - Penyakit jantung koroner (PJK) menewaskan lebih dari 370.000 orang setiap tahun di Amerika Serikat. Guna menyelidiki hal ini, sebuah tim peneliti dari Saint Luke's Mid America Heart Institute and Albert Einstein College of Medicine, tertarik melihat apa yang lebih buruk untuk jantung - lemak jenuh atau gula halus?

Temuan mereka, yang diterbitkan dalam Progress in Cardiovascular Diseases, berpendapat bahwa, setelah bertahun-tahun kita percaya lemak lebih buruk bagi jantung, bisa jadi keliru. Bisa saja selama ini ternyata gula lebih jahat.

"Kami sekarang memiliki lebih dari setengah abad data serta peningkatan pemahaman tentang bagaimana dampak nutrisi bagi tubuh dan penyakit jantung koroner," kata rekan penulis studi James DiNicolantonio, seorang ilmuwan penelitian kardiovaskular pada American Heart Institute, dalam keterangan persnya.

"Setelah analisis mendalam terhadap bukti, tampaknya tepat untuk merekomendasikan pedoman diet mengalihkan fokus dari rekomendasi untuk mengurangi lemak jenuh dan menuju rekomendasi untuk menghindari gula tambahan,” imbuhnya.

Yang paling penting rekomendasi ini adalah harus mendukung konsumsi makanan dalam bentuk utuh dan bila memungkinkan mesti menghindari makanan olahan.

Tim peneliti menempatkan teori untuk tesnya dan menemukan bahkan setelah hanya beberapa minggu peserta mengonsumsi diet gula halus dalam jumlah tinggi (gula halus berarti gula yang telah diproses), orang-orang dengan penyakit jantung koroner mulai mengalami beberapa tanda-tanda kelainan jantung, seperti kadar kolesterol total, trigliserida, LDL (kolesterol jahat) naik, dan tingkat yang lebih rendah dari HDL (kolesterol baik), yang semuanya meningkatkan risiko penyakit jantung.

Sementara itu, lemak jenuh meningkatkan kadar LDL, tetapi dengan begitu juga meningkatkan kadar HDL, membuat dampak negatif pada jantung kurang berbahaya dibandingkan dengan gula. Pada akhirnya, hal ini menyebabkan para peneliti menyimpulkan dalam penelitian mereka bahwa "konsumsi gula, terutama dalam bentuk gula halus, adalah kontributor  utama untuk penyakit jantung koroner daripada lemak jenuh."

Selain itu, mengonsumsi sejumlah besar gula olahan, seperti sirup jagung fruktosa tinggi dan gula meja dapat menyebabkan resistensi leptin  (leptin adalah hormon yang bertanggung jawab untuk mengatur berat badan normal).

Diet tinggi gula olahan mempromosikan diabetes tipe 2, yang juga menyebabkan risiko yang lebih besar untuk penyakit jantung koroner dibandingkan dengan pasien mempertahankan diet yang sehat.

Lemak jenuh telah dituding sebagai ‘setan’ selama bertahun-tahun, yang kemudian memicu konsumen untuk menghindari produk hewani seperti daging merah, unggas, dan susu.

Jenis lemak yang pertama disalahkan karena menyebabkan tingginya tingkat penyakit jantung di tahun 1950-an, ketika ilmuwan Ancel Keys mengamati mereka yang makan diet tinggi lemak jenuh juga memiliki tingkat penyakit jantung lebih tinggi. Tetapi orang-orang yang sama juga makan banyak gula halus.

DiNicolantonio menunjukkan ini adalah alasan mengapa studi sebelumnya, dimana pedoman lama didasarkan pada penelitian itu, menemukan lemak jenuh memiliki dampak negatif pada kesehatan jantung.

Studi itu sebagian besar dilakukan hanya dengan pengamatan, dan tidak melibatkan penyelidikan intensif. Apabila peneliti di masa lalu melakukan studi yang tepat untuk menentukan penyebab penyakit jantung koroner, mereka pasti sudah menyadari bahwa gula halus berdampak lebih cepat ketimbang lemak.

Baru-baru ini, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Circulation, menemukan bahwa konsumsi minuman manis setiap hari meningkat lemak berbahaya dalam tubuh dan meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes tipe 2.

Studi lain yang dipublikasikan dalam jurnal Heart, menemukan orang yang minum setidaknya dua minuman manis per hari meningkat risiko gagal jantungnya sebesar 25 persen.***

 

2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check