Mengapa Sianida Berakibat Fatal, Ini Alasannya

Mengapa Sianida Berakibat Fatal, Ini Alasannya

14 Jan 2016

Dokterdigital.com -  Kematian tragis Wayan Mirna usai minum kopi di sebuah kafe masih misteri, tetapi sudah dipastikan ada sesuatu zat yang bersifat korosif berada di dalam kopi yang diminumnya mengingat hasil pemeriksaan otopsi lambung ditemukan luka-luka.

Dugaan awal sianida sebagai zat yang dicampur dalam kopi Mirna.  Racun sianida menjadi pembicaraan kembali ketika bahan kimia ini  dihubungkan dengan  kematian Wayan Mirna, sang pengantin baru, usai minum di kafe bersama dua temannya.

"Apabila seseorang mengalami penurunan kesadaran mendadak sampai terjadi kematian itu memang bisa terjadi setelah mengonsumsi sianida," kata Ari Fahrial Syam, praktisi kesehatan yang juga dokter spesialis penyakit dalam FKUi-RSCM. 

Sianida bisa dalam bentuk gas, padat maupun cairan. Sebenarnya sianida dapat ditemukan beberapa tanaman di sekitar kita. Bahkan, racun sianida bisa ditemukan  pada singkong.

Kematian mendadak setelah mengonsumsi singkong kemungkinan karena singkong sudah mengandung sianida. Jika terminum maka racun ini bisa menyebabkan perlukaan pada lambung dan sianida bisa berikatan sistem oksigenisasi di dalam sel  darah merah sehingga orang yang telah mengonsumsinya akan mengalami kekurangan  oksigen dan kejang-kejang.

Jika tidak ditangani, kondisi ini bisa berlanjut menyebabkan otak dan jantung kekurangan oksigen. Efeknya, pasien akan koma, jantung dan paru tidak berfungsi selanjutnya dapat terjadi kematian.

Sianida memang merupakan racun yang sangat berbahaya. Seseorang yang terminum dan tidak menyadari bahwa telah terminum sianida dalam hitungan jam bahkan menit bisa langsung mengalami kematian. Tentu tergantung berapa banyak sianida yang dikonsumsi oleh korban tersebut.

"Di saluran cerna  sianida khususnya dalam bentuk kalsium sianida  bisa menyebabkan perlukaan lambung yang hebat sehingga timbul perdarahan lambung," imbuh Ari.

Solusi jika terjadi keracunan sianida

Jika diketahui sudah tertelan sianida, usahakan minum air atau susu untuk menetralkan sianida yang terminum. Tetapi jika pasien sudah mulai tidak sadar jangan diberikan minum lagi. Pasien harus segera dibawa ke rumah sakit, oksigen segera diberikan karena sianida akan menyerang sel darah merah sehingga kemampuan sel  darah merah untuk membawa oksigen terganggu.

Bantuan hidup dasar harus segera diberikan, lakukan resusitasi jantung paru. Saat di rumah sakit anti-racun sianida dapat segera diberikan antara lain sodium thiosulfate. "Tetapi masalahnya obat-anti racun sianida ini tidak selalu tersedia di rumah sakit," ujarnya.

Ke depannya, sebaiknya perlu pengawasan dan pembatasan dalam penggunaan bahan kimia  berbahaya sepertia sianida ini.

Masyarakat juga harus hati-hari dalam mengonsumsi sesuatu saat di luar rumah adanya rasa atau bau yang berbeda tidak seperti biasanya dari makanan atau minuman harus mewaspadai jangan-jangan makanan atau minuman tersebut sudah tercemar dengan bahan berbahaya yang tidak diinginkan.

 

 

Newsletter
Daftarkan alamat email anda untuk mendapatkan informasi terkini tentang kesehatan.
2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check