Mengintip Bikin Bintitan, Mitos atau Fakta?

Mengintip Bikin Bintitan, Mitos atau Fakta?

11 Jan 2019

Dokterdigital.com -  “Jangan suka mengintip. Nanti bisa bintitan lho.” Sering dengar ungkapan itu? Meski hanya mitos bahwa mengintip bisa bikin bintitan atau timbilan, namun bintitan ini menarik buat diulas.

Bintitan, yang juga dikenal dengan istilah hordeolum, adalah kumpulan kecil nanah (abses) pada kelopak mata. Dalam kebanyakan kasus, infeksi ini disebabkan oleh bakteri Staphylococcus.

Seringkali benjolan merah dan menyakitkan dan terlihat seperti bisul atau jerawat. Meskipun sebagian besar bintitan terbentuk pada bagian luar kelopak mata, beberapa dari timbilan bisa terjadi di bagian dalam kelopak mata, demikian menurut Medical News Today.

Dalam sebagian besar kasus, bintitan bisa sembuh dengan sendirinya tanpa intervensi dalam waktu seminggu. Bintit eksternal mungkin menguning dan melepaskan nanah. Sedangkan bintit internal cenderung lebih menyakitkan.

Kompres hangat kadang dapat membantu mengeluarkan nanah di bintitan dengan cara yang lebih mudah. Yang agak menyebalkan adalah, bintit ini bisa kambuh dan kembali lagi.

Lantas, apa saja faktor yang bisa meningkatkan peluang terjadinya bintitan? Berikut di antaranya:

• Menggunakan kosmetik yang lewat tanggal kedaluwarsa.

• Tidak menghapus riasan mata saat tidur.

• Lupa membersihkan lensa kontak sebelum memakainya.

• Mengganti lensa kontak tanpa mencuci tangan juga bisa memicu bintitan.

Apa saja tanda dan gejala bintitan? Gejala bintitan dirasakan sakit oleh penderitanya, sementara tanda adalah sesuatu yang dikenali orang lain - yang dideteksi oleh dokter atau perawat - seperti detak jantung tidak teratur.

Mereka yang mengalami bintitan menunjukkan pembengkakan di area yang terkena, membuat mata berair dan merah. Kelopak mata bisa menjadi merah juga.

Untungnya, bintitan sangat jarang mempengaruhi kedua mata secara bersamaan. Orang biasanya hanya mengalami bintitan di satu mata. Namun, bisa saja timbilan kompak terjadi di dua mata di saat bersamaan.

Bintitan dikelompokkan menjadi dua, yaitu hordeolum eksternal dan hordeolum internal. Hordeolum eksternal muncul sepanjang tepi kelopak mata - dapat menjadi kuning, penuh dengan nanah, dan nyeri bila disentuh. Hal ini juga disebut bintit eksternal. Sedangkan hordeolum internal pembengkakan berkembang di dalam kelopak mata. Umumnya, jenis timbil ini jauh lebih menyakitkan.

Penderita mungkin mengalami sensasi terbakar di mata, pengerasan kulit pada tepi kelopak mata, gatal pada bola mata, kepekaan terhadap cahaya, sensasi robek, perasaan bahwa ada sesuatu yang tidak seharusnya menempel di mata, dan ketidaknyamanan saat berkedip .

Lantas, apa pilihan pengobatan untuk bintitan? Kebanyakan bintit akan menghilang tanpa obat. Begitu bintit pecah, biasanya pemulihan berlangsung cepat. Dokter menyarankan untuk tidak memaksa ‘meledakkan’ bintitan dengan tujuan mempercepat penyembuhan.

Kompres hangat dengan kain lembut yang diterapkan di mata dapat membantu meringankan gejala. Pastikan air tidak terlalu panas, terutama jika kita menerapkannya pada orang lain, seperti anak-anak.

Tahan kompres di mata selama lima hingga sepuluh menit - lakukan ini tiga atau empat kali setiap hari. Kompres hangat tidak hanya meringankan ketidaknyamanan, tetapi juga dapat mendorong nanah untuk mongering, dan pulih dengan cepat.

Beberapa dokter menyarankan menggunakan kompres dingin selama dua hari pertama sampai gejala sakit telah pergi, dan kemudian beralih ke kompres hangat. Karena kompres hangat, jika digunakan pada awal bintitan, malah dapat memperburuk pembengkakan.

Jika timbil terasa menyakitkan, penderita mungkin perlu mengonsumsi ibuprofen atau acetimophen (parasetamol) untuk membantu meredakan rasa sakit.

Bagaimana jika sakit pada timbil tak tertahankan? Apabila bintit eksternal sangat menyakitkan, dokter dapat mencabut bulu mata terdekat,  ‘menguras’ nanah dengan jarum tipis. Tapi ingat ya, jangan mencoba untuk melakukan ini sendiri. Lebih baik datangi dokter mata untuk membuang nanah itu.

Apabila timbilan tak kunjung membaik, dokter mungkin akan meresepkan krim antibiotik oles atau obat tetes mata yang mengandung antibiotik. Namun bila infeksi menyebar di luar kelopak mata, antibiotik oral dapat diresepkan.

Selama timbilan belum sembuh, penderita sebaiknya menghindari riasan mata, lotion, atau memakai lensa kontak.

Apakah bintitan bisa menimbulkan komplikasi? Bisa saja, meskipun ini kasus yang jarang terjadi. Kista Meibomian, merupakan kista kelenjar kecil (kelenjar Meibomian) yang terletak di kelopak mata. Kelenjar ini mengeluarkan pelumas, yang disebut sebum di tepi kelopak mata. Sebuah bintit persisten pada bagian dalam kelopak mata akhirnya dapat berkembang menjadi kista Meibomian (chalazions), terutama jika kelenjar ini terblokir (tertutup). Namun tenang saja, karena jenis kista ini mudah dan bisa diobati.

Selulitis preseptal (selulitis periorbital), kondisi ini dapat berkembang jika infeksi menyebar ke jaringan di sekitar mata. Lapisan kulit di sekitar mata menjadi meradang dan merah, membuat kelopak mata  memerah dan bengkak. Kondisi ini dapat diobati dengan antibiotik.
 

Newsletter
Daftarkan alamat email anda untuk mendapatkan informasi terkini tentang kesehatan.
2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check