Telat Haid? Cek Penyebabnya Yuk

Telat Haid? Cek Penyebabnya Yuk

14 Mar 2018

Dokterdigital.com -  Haid suka telat dan datang semau-maunya? Jika sedang tidak hamil, mungkin ada masalah dengan kesehatanmu.

Telat haid bisa menimbulkan tekanan tersendiri. Apalagi jika kehamilan negatif. Pertanyaan yang muncul adalah, apakah telat haid atau tidak haid sama sekali merupakan indikator kesehatan serius – ada yang salah dengan tubuh kita?

Mary Rosser, MD, PhD, asisten profesor kebidanan dan ginekologi di Montefiore Medical Center di New York mengatakan, sebenarnya ada sejumlah alasan untuk terlambat haid selain kehamilan.

Nah, Rosser menjelaskan tujuh penyebab yang paling umum telat haid berdasarkan pengalamannya sebagai dokter kebidanan dan kandungan seperti dilaporkan Health.com:

1. Naik atau turun berat badan

Rosser mengatakan perubahan berat badan adalah salah satu alasan yang lebih umum siklus haid menjadi tidak teratur. Jika kamu baru saja kehilangan atau naik berat badan 10 persen atau lebih, bisa saja mengalami telat haid.

"Perubahan berat badan dalam jumlah banyak, terutama terkait dengan penurunan bobot tubuh, bisa menyebabkan hormon menjadi tidak seimbang," kata Rosser. "Ketika tubuh terlalu kurus atau kelebihan berat badan, kadar estrogen berubah (kenaikan estrogen ketika mendapatkan berat badan dan penurunan ketika kehilangan bobot tubuh), dan kamu mungkin tidak melepaskan telur dan tidak mendapatkan haid sebagai imbasnya.

2. Terlalu keras berolahraga

Sama seperti perubahan berat badan dalam jumlah banyak, olahraga ekstrem juga dapat membuat hormon reproduksi menjadi tidak sinkron. "Ini bisa kita lihat misalnya pada pelari maraton atau penari balet," kata Rosser. "Stres pada tubuh dapat mengubah siklus menstruasi, terutama ketika ia berbarengan dengan penurunan berat badan."

3. Stres

Ini bukan hanya stres fisik yang dapat mengacaukan siklus haid, namun stres mental juga bisa berdampak. Jadi jika sangat sibuk di tempat kerja atau menangani situasi pribadi yang sulit, jangan heran jika terlambat haid di bulan itu. Kabar baiknya adalah, “Setiap jenis stresor dapat menyebabkan haid tidak datang, namun begitu stres tertangani, biasanya siklus haid kembali normal,” kata Rosser.

4. Obat-obatan

Obat-obat tertentu kadang-kadang bertanggung jawab terhadap ketidakteraturan menstruasi. "Perempuan yang mengonsumsi antidepresan atau obat psikiatri lain mungkin mengalami telat haid,” kata Rosser, seraya menambahkan bahwa obat kemoterapi dapat memiliki efek yang sama pada siklus haid.

Alat pengendali kehamilan juga bisa disalahkan atas telatnya haid. "IUD dapat membuat lapisan dalam rahim tipis, dan kadang-kadang pasien akan kehilangan periode haid sebagai hasilnya," jelas Rosser. Menghentikan pil KB bisa menyebabkan siklus haid menjadi kacau juga, butuh beberapa bulan agar siklus haid kembali ke normal.

5. Masalah tiroid

Tiroid yang terlalu aktif atau kurang aktif (kelenjar di leher yang membantu mengatur metabolisme dan suhu tubuh) dapat berdampak pada siklus haid. "Ketika kadar hormon tiroid yang luar biasa tinggi atau rendah, ini dapat menyebabkan perubahan haid," kata Rosser.

Untuk mengatasi hal ini, melakukan tes darah bisa dilakukan untuk memeriksa kadar hormon. Dan jika ada masalah, dia bisa meresepkan obat yang tepat untuk membantu mengatur hormon.

6. Perimenopause

Perimenopause adalah periode di mana tubuh membuat pergeseran alami menuju menopause, saat haid berhenti untuk selamanya. Bagi kebanyakan wanita, perimenopause dimulai dengan ketidakteraturan menstruasi kadang-kadang dalam usia 40-an, tetapi juga bisa lebih awal. Seorang wanita mungkin mengalami hot flashes dan perubahan suasana hati, kata Rosser. Obat-obatan, seperti terapi penggantian hormon, dapat membantu jika hal ini dirasa mengganggu.

7. Tubuh masih berubah

Normal pada remaja untuk melewati periode ini. "Saya mengatakan kepada pasien remaja untuk memikirkan tubuh mereka berubah seperti termometer," kata Rosser. “Butuh waktu bagi tubuh untuk mengejar ketinggalan ketika hormon berubah dengan cepat, sehingga kamu mengalami siklus yang tidak teratur seperti ini.”

Intinya? Tetap tenang, kata Rosser. "Saya sering memiliki pasien yang datang dengan panik ketika menyadari mereka telat haid satu bulan. Tapi saya memberitahu mereka bahwa normal saja untuk memiliki satu atau dua siklus haid yang tidak sempurna dalam setahun."

2018 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check