Daftar Mitos vs Fakta Penyebab Kanker

Daftar Mitos vs Fakta Penyebab Kanker

03 Sep 2019

Dokterdigital.com -  Mitos soal kanker masih berkembang di masyarakat, dan informasinya simpang siur, bahkan cenderung salah kaprah. Orang mungkin melebih-lebihkan faktor penyebab kanker. Namun di sisi lain, ada yang anggap enteng pada faktor risiko lain yang lebih berpeluang ‘menyulut’ sel kanker berkembang.

Nah, biar nggak ikutan salah kaprah, cek deh apa yang benar, apa yang tidak tentang penyebab kanker dalam paparan berikut ini:

1. Kulit gelap aman dari kanker kulit.

Ini mitos. Mereka yang berkulit gelap dan bahkan dokter bisa tidak melihat gejala awal atau pertanda kanker kulit, yang seringnya muncul di bagian yang tidak diperhatikan. Seperti di bawah kuku, telapak kaki, sekitar mulut, kelopak mata atau alat genital. Akibatnya, mereka baru didiagnosa dengan kanker pada stadium lanjut, saat kanker sudah sulit untuk ditangani.

2. Lemak tak sebabkan kanker.

Ini mitos. Menurut Masyarakat Kanker Amerika, kegemukan alias obesitas berperan dalam satu dari lima kematian karena kanker. Berat badan berlebihan meningkatkan risiko terkena kanker usus besar, ginjal, pankres, kandung empedu, tiroid dan prostat.

3. Kanker tak menular.

Ini mitos juga. Memang kita tidak bisa tertular kanker dari penderitanya. Tetapi virus penyebab kanker masuk kategori menular. Dalam dekade terakhir, HPV (human papillomavirus) secara drastis mengubah demografi pasien yang terkena kanker mulut dan kerongkongan, demikian analisa Robert Haddad, M.D., seorang pakar onkologi di AS.

4. Ponsel dan pemanis buatan picu kanker.

Meskipun santer diberitakan, namun tidak ada bukti keduanya berkaitan dengan kanker manusia, menurut pakar onkologi Jack Jacoub, M.D. Hasil penelitian pada hewan di tahun 70an menunjukkan hubungan antara pemanis buatan dengan kanker. Tapi menurut National Cancer Institute, ini tidak terbukti pada manusia. Dan walau beberapa penelitian menunjukkan adanya hubungan antara ponsel dan kanker otak, penelitian lain juga telah membantahnya.

5. Solarium cegah kanker.

Banyak yang beranggapan, untuk mencegah kanker kulit, mereka yang ingin memiliki kulit lebih gelap haruslah ke Solarium dulu sebelum berjemur matahari. Faktanya, kulit yang menjadi gelap karena sinar ultraviolet, baik dari matahari maupun 'tanning bed' sudah mengalami kerusakan yang bisa menimbulkan risiko kanker kulit.

 

2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check