Fakta Penting Bahaya Rokok yang Wajib Diketahui

Fakta Penting Bahaya Rokok yang Wajib Diketahui

15 Sep 2016

Dokterdigital.com -  Bahaya rokok tak bisa dianggap main-main, apalagi dipandang sebelah mata. Ancamannya nyata. Tidak saja bagi generasi sekarang, namun juga di masa datang.

Berdasar Global Adult Tobacco Survey (GATS) Indonesia tahun 2011 di Jakarta, Indonesia menduduki posisi pertama dengan prevalensi perokok aktif tertinggi, yaitu 67,0% pada laki-laki dan 2,7% pada wanita.

Lebih lanjut, dalam Global Youth Tobacco Survey (GYTS) di Indonesia pada 2014, menunjukkan bahwa 36,2% remaja laki-laki dan 4,3% remaja perempuan (20,3% dari jumlah seluruh siswa) berumur 13-15 tahun, saat ini mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar dan atau tidak dibakar. Di antara pengguna tembakau saat ini, 18,3% mengonsumsi rokok.

Secara keseluruhan, 35,6% pengguna tembakau merokok satu batang per hari, sedangkan lebih dari separuh remaja perempuan (58,3%) merokok kurang dari satu batang per hari. Sebanyak 43,2% remaja yang merokok, mulai merokok pada usia 12-13 tahun.

Sedihnya, hampir tiga dari lima siswa (57,3%) terpapar asap rokok di rumah mereka, sedangkan 60,1% terpapar asap rokok di tempat umum tertutup.

Siswa yang disurvei mengatakan, merokok harus dilarang di semua tempat umum di luar ruangan terdiri 80,9%, sedangkan 89,4% ingin merokok juga dilarang di tempat-tempat umum tertutup. Sebanyak 69% siswa mengaku telah melihat seseorang merokok di dalam gedung sekolah atau di luar di properti sekolah.

Survei juga menemukan fakta menarik, yakni sekitar tiga dari lima siswa (58,2%) yang saat ini merokok umumnya membeli rokok mereka di toko atau warung. Persentase siswa yang tidak ditolak saat membeli rokok karena mereka anak di bawah umur adalah 64,5%

Bahaya Penggunaan Tembakau, Merokok, dan Asap Rokok

1. Data dari Tobacco Atlas tahun 2015, setiap tahunnya lebih dari 217.400 orang di Indonesia meninggal akibat penyakit yang terkait  dengan tembakau.

2. Jumlah pria (19,8%) dan wanita (8,1%) yang meninggal karena penggunaan tembakau di Indonesia lebih banyak dibandingkan jumlah rata-rata di negara-negara berpenghasilan menengah.

3. Asap tembakau mengandung lebih dari 7.000 bahan kimia, ratusan diantaranya beracun dan memiliki dampak negatif pada organ tubuh manusia. Selain itu, asap tembakau juga berisi 69 bahan karsinogenik yang dapat menyebabkan kanker.

4. Merokok 10 batang atau kurang per hari menurunkan tingkat harapan hidup selama rata-rata 5 tahun dan meningkatkan risiko kanker paru-paru hingga 20 kali. Merokok kurang dari 4 batang per hari masih memberi risiko 5 kali lipat terkena kanker paru-paru.

5. Merokok meningkatkan risiko kematian sebanyak lebih dari 2,5 kali lipat, akibat penyakit jantung iskemik. Merokok juga meningkatkan risiko demensia (kepikunan) pada perokok.

6. Selain itu, merokok atau terpapar asap rokok menyebabkan penebalan dinding arteri sejak umur 15 tahun.

7. Paparan asap rokok meningkatkan risiko terkena kanker paru-paru sebesar 30% (sel kecil kanker paru-paru sebesar 300%) dan penyakit jantung koroner sebesar 25%.

8. Penyakit jantung iskemik, infeksi saluran pernapasan bawah, asma, dan kanker paru-paru adalah penyebab paling umum kematian terkait dengan asap rokok.

9. Asap rokok menyebabkan penyakit arteri koroner, kanker paru-paru, efek reproduksi pada wanita, stroke dan iritasi hidung pada orang dewasa.

10. Beberapa studi menunjukkan asap rokok menyebabkan kanker payudara, kelahiran prematur, kanker sinus hidung, faring dan laring, Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK), gejala pernapasan kronis, asma, fungsi paru-paru terganggu dan aterosklerosis (penebalan dinding arteri) pada orang dewasa.

11. Asap rokok terkait dengan Sindroma Kematian Bayi Mendadak, fungsi paru-paru terganggu, penyakit pernapasan bagian bawah, gejala pada sistem pernapasan (batuk, mengi, sesak napas) dan penyakit telinga tengah pada anak-anak.

12. Beberapa studi menunjukkan asap rokok terkait dengan ketidakmampuan belajar, asma, TBC, penyakit alergi limfoma, serta leukemia pada anak-anak. (Sumber: Materi temu media peluncuran kampanye ‘Rokok Itu Murah, Obatnya yang Mahal’ di Jakarta, 29 September 2015).

 

 

2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check