Pemanis Buatan Lebih Oke Ketimbang Gula. Mitos atau Fakta?

Pemanis Buatan Lebih Oke Ketimbang Gula. Mitos atau Fakta?

06 Dec 2018

Dokterdigital.com - Kita hampir tak bisa dilepaskan dari konsumsi gula dalam kehidupan. Sayangnya, mengonsumsi gula dalam jumlah banyak bisa memicu kegemukan. Guna menghindari kegendutan, orang lantas beralih ke pemanis buatan, karena rendah kalori, sehingga masih dapat menikmati kesenangan terhadap citarasa manis.

Apa sebenarnya pemanis buatan ini? Pemanis buatan adalah senyawa kimia atau alami yang menawarkan citarasa semanis gula tanpa tambahan kalori. Umumnya pemanis buatan ini memiliki rasa yang lebih manis ketimbang gula sehingga tak butuh jumlah banyak untuk menciptakan rasa yang sama manisnya jika kita menggunakan gula.

Produk pangan yang dibuat dari pemanis buatan mengandung kalori jauh lebih rendah dibandingkan yang terbuat dari gula. Tidak mengherankan jika pemanis buatan kerap digunakan dalam program penurunan berat badan atau mempertahankan berat badan yang sudah dicapai.

Orang yang mengidap diabetes kemungkinan menggunakan pemanis buatan karena dapat memberikan rasa manis tanpa meningkatkan kadar gula darah. Namun yang wajib Anda ingat jika Anda seorang penderita diabetes, sejumlah makanan yang mengandung pemanis buatan, seperti yogurt bebas gula, tetap bisa berdampak pada level gula darah karena adanya karbohidrat atau protein pada makanan tersebut.

Menurut Mayoclinic.org, sejumlah makanan yang diberi label 'bebas gula' seperti camilan dan cokelat bebas gula, mungkin mengandung pemanis, seperti sorbitol atau mannitol, yang mengandung kalori dan bisa berdampak pada level gula darah.  Seumlah produk pangan bebas gula mungkin juga mengaudng tepung, yang dapat meningkatkan kadar gula darah Anda.  Jangan lupa, makanan yang mengandung gula substitusi mungkin juga mengandung kalori yang membuat Anda kesulitan mengendalikan kadar gula darah serta menurunkan berat badan.

Lembaga pengawas obat dan makanan AS (The Food and Drug Administration/FDA) telah menyetujui sejumlah pemanis rendah kalori yang digunakan pada berbagai jenis makanan, antara lain aspartam (NutraSweet, Equal), sakarin (Sweet'N Low, SugarTwin), Acesulfame K (Sunett, Sweet One) dan sukrosa (Splenda).

Bagaimana tingkat keamanan pemanis buatan? Sudah jadi rahasia umum jika pemanis buatan kerap disalahkan sebagai biang penyebab berbagai masalah kesehatan, termasuk kanker.  Menurut National Cancer Institute, sejauh ini tidak ada bukti ilmiah bahwa sejumlah pemanis buatan yang disetujui penggunaannya di AS menjadi penyebab kanker. Sejumlah studi memastikan bahwa pemanis buatan aman dikonsumsi masyarakat, asal sesuai aturan.

Namun demikian konsumsi aspartam disarankan berhati-hati, karena pemanis buatan ini dipertimbangkan tidak aman bagi orang yang mengidap penyakit keturunan yang langka, yaitu phenylketonuria (PKU). Produk yang mengandung asoartam seharusnya mencantumkan peringatan untuk para penderita PKU.

Yang wajib Anda ingat, hanya dengan membuang gula dari camilan dan cokelat tidak lantas membuatnya menjadi makanan rendah kalori, juga rendah lemak. Jika Anda mengonsumsi terlalu banyak, maka kalori tetap saja menumpuk, jadi Anda mungkin tak mendapatkan gizi yang lain.Tak seperti buah-buahan, sayur dan biji-bijian, minuman bersoda, permen dan makanan penutup mungkin hanya mengandung sedikit zat gizi, atau bahkan tidak sama sekali.

Gunakan pemanis buatan secara bijaksana. Boleh saja menggantikan soda regular dengan soda diet, namun disarankan bukang hanya soda yang dikonsumsi sehari-hari. Lengkapi juga dengan jus buah tanpa tambahan gula.

 

2018 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check