Hubungan Telur dan Diabetes, Seberapa Dekat?

Hubungan Telur dan Diabetes, Seberapa Dekat?

21 Nov 2020

Dokterdigital.com - Mengonsumsi sebutir telur setiap hari untuk sarapan mungkin tidak akan meningkatkan kemungkinan mengalami diabetes tipe 2, seperti yang dibilang sebagian orang selama ini.

Hal itu terbukti dari sebuah studi yang dilakukan sejumlah ilmuwan Amerika Serikat. Dalam studi itu, tim peneliti tak menemukan adanya hubungan signifikan antara mengonsumsi telur ayam kadang-kadang atau hampir setiap hari dengan kemungkinan serangan diabetes tipe 2 pada hampir 4.000 laki-laki dan perempuan yang berusia lanjut.

Meski telur menjadi sumber utama kolesterol, tapi telur juga mengandung sejumlah nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan, kata Dr. Luc Djousse dari  Brigham and Women's Hospital dan Harvard Medical School di Boston bersama koleganya dalam American Journal of Clinical Nutrition.

"Karena telur dapat menjadi sumber yang murah dan mudah didapat bagi bermacam vitamin, protein dan nutrisi, maka ini penting untuk mengetahui dampak dari konsumsi telur terhadap risiko diabetes tipe 2," imbuh Djousse.

Untuk meneliti hal ini, tim ilmuwan mengamati 3.898 laki-laki dan perempuan yang terdaftar dalam Cardiovascular Health Study. Seluruh peserta studi itu berusia sekitar 65 tahun. Selama penelitian yang berlangsung sekitar 11 tahun, 313 orang mengidap diabetes tipe 2, yang terkait erat dengan kelebihan berat badan dan juga diet yang buruk serta kurang olahraga.
 
Djousse dan kawan-kawan tak menemukan adanya hubungan antara jumlah konsumsi telur dan peningkatan risiko diabetes tipe 2. Mereka juga tak menemukan kaitan antara konsumsi makanan yang mengandung kolesterol secara keseluruhan dengan risiko diabetes.

Dan meski laki-laki menjadi pengonsumsi telur lebih banyak, yakni hampir setiap hari, mereka memang mengalami peningkatan risiko diabetes tipe 2, namun peningkatan ini tidak terlalu signifikan.
 
Sejumlah studi lainnya yang telah mengaitkan konsumsi telur dengan diabetes, menemukan adanya hubungan antara jumlah konsumsi telur dengan peningkatan risiko. Umumnya konsumsi telur yang dapat mendongkrak risiko itu antara 7 butir atau lebih sepekan.

2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check