Wih, Mendengarkan Musik Kurangi Rasa Sakit Operasi

Wih, Mendengarkan Musik Kurangi Rasa Sakit Operasi

13 Aug 2015

Dokterdigital.com - Sebuah kajian terkini mengungkap, mendengarkan musik sebelum, sesudah, dan selama operasi bisa membantu mengurangi rasa sakit.

Peneliti di Queen Mary University of London mengatakan bahwa pasien yang mendengarkan musik menjadi lebih tenang setelah pembedahan dan membutuhkan obat pengurang sakit yang lebih sedikit.

Dalam publikasi di jurnal medis Lancet, para peneliti mengatakan bahwa musik tetap efektif meski pasien berada di bawah bius total. Kementerian Kesehatan Inggris mengatakan para dokter harus menyimak temuan ini. Para ilmuwan ingin agar brosur dinas kesehatan menyarankan agar pasien membawa alat mendengar musik dan daftar putar lagu ke rumah sakit.

Tim melakukan 70 uji coba, melibatkan 7000 pasien pada waktu bedah dengan membandingkan beragam musik yang sebagian besar "menenangkan" dengan:

  • Istirahat tanpa gangguan
  • Headphone tanpa musik
  • White noise (kombinasi suara dari berbagai frekuensi)
  • Perawatan biasa

Meski ada pengaruhnya pada stres dan rasa sakit, musik tak mengurangi masa rawat inap di rumah sakit.

Peneliti utama, Dr Catherine Meads, mengatakan album "Dark Side of the Moon" Pink Floyd membantu mengurangi rasa sakit setelah menjalani tiga jam operasi pinggul pada April lalu.

Musik adalah pilihan yang aman, murah, dan tak perlu alat yang masuk badan dan seharusnya bisa didapatkan semua orang yang menjalani operasi, kata dia.

"Sekarang ini musik tidak secara rutin diputar pada saat operasi untuk membantu pasien memulihkan diri setelah beda. Minimnya penerapan cara ini seringnya karena skeptisisme dari para pekerja medis, apakah ini benar ada gunanya, dan tentu saja ada isu anggaran dan bagaimana mengintegrasikannya ke praktik sehari-hari," ujar Dr Meads seperti dikutip BBC.

Dr Meads menambahkan, peneliti cukup terkejut saat mengetahui musik berguna meski pasien mengalami bius total.

Para peneliti menindaklanjuti temuan ini dengan penelitian di Royal London Hospital pada musim gugur.

Sekitar 40 perempuan yang menjalani operasi Caesar atau prosedur pemeriksaan rahim diberi kesempatan untuk menyambungkan playlist mereka ke bantal dengan pengeras suara.

Menjawab kekhawatiran bahwa musik saat bedah bisa mengganggu, Dr Meads menegaskan bahwa harus ada prosedur untuk memastikan agar memasang musik saat bedah tak mengganggu proses komunikasi anggota tim medis.

Juru bicara Kementerian Kesehatan Inggris mengatakan, "Ini penelitian yang sangat menarik. Kami harap dokter mempertimbangkan temuan ini secara seksama, karena kami ingin pasien mendapatkan pengalaman dan pemulihan terbaik saat menjalani operasi."

Hazim Sadideen, ahli bedah plastik dari University Hospitals Birmingham yang juga meneliti efek musik, mengatakan bahwa penelitian tersebut cukup lengkap.

Ia menambahkan, "Menjalani operasi kecil maupun besar sama-sama bisa membuat stres. Musik bisa menjadi modalitas tambahan untuk meningkatkan pengalaman pasien, tentu saja penting untuk memastikan bahwa pasien dan tim medis di ruang operasi menginginkan diputarnya musik."

 

2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check