Heboh Foto Kim Kardashian Promo Obat, FDA Bereaksi

Heboh Foto Kim Kardashian Promo Obat, FDA Bereaksi

13 Aug 2015

Dokterdigital.com - Bintang Hollywood Kim Kardashian mengunggah foto di Instagram mempromosikan obat morning sickness, Diclegis, dan mendapatkan reaksi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan US (FDA) karena dinilai melanggar peraturan promosi obat federal.

Meskipun produsen obat ini telah memberikan hak  jawab terkait ini, namun situasi itu turut mendorong sorotan terhadap masalah yang lebih besar, yaitu masalah Amerika terkait iklan obat yang dipromosikan langsung ke konsumen.

Pada Juli lalu, Kardashian mengunggah gambar yang bisa dilihat 42 juta pengikutnya di Instagram, mempromosikan Diclegis, obat resep untuk morning sickness.

"Saya mencoba mengubah hal tentang gaya hidup, seperti diet, tapi tidak ada yang membantu, jadi saya berbicara dengan dokter saya," demikian bunyi tulisan Kardhasian menyertai foto yang diunggah. "Dia (dokter) meresepkan #Diclegis, dan saya merasa jauh lebih baik. Dan yang paling penting, obat itu sudah diteliti dan tidak ada peningkatan risiko untuk bayi.”

Meskipun postingan itu menyarankan pembaca untuk membahas pengunaan obat dengan dokter dan memuat tautan ke website perusahaan, yang tercantum informasi label yang disetujui FDA, namun posting Kardashian tak menyebutkan salah satu efek samping obat yang merugikan, demikian dilaporkan CBS News.

Menurut laman resmi Diclegis, efek samping yang paling umum dari konsumsi obat ini adalah mengantuk, yang bisa berbahaya jika bumil harus mengemudi atau melakukan tugas-tugas lain yang memerlukan kewaspadaan mental. Kardashian juga gagal untuk menjelaskan bahwa Diclegis belum disetujui untuk digunakan pada wanita muntah berlebihan dalam jangka waktu lama, seperti yang disebabkan oleh hiperemesis gravidarum, bentuk morning sickness yang paling melemahkan.

Pada Selasa (11/8), FDA mengunggah surat secara online yang menyatakan bahwa posting Kardashian di Instagram melanggar peraturan FDA mengharuskan pengiklan untuk menyeimbangkan klaim manfaat dengan informasi tentang risiko obat, bahkan ketika ruang dan waktu terbatas.

Kardashian telah menghapus postingan itu, namun para pihak menyoroti masalah yang lebih besar dan serius terkait promosi obat langsung ke konsumen (DTCA). Menurut American Academy of Physician’s Assistants (AAPA), DTCA adalah "promosi langsung obat resep ke pasien potensial melalui surat kabar, majalah, televisi, dan internet marketing."

Sementara warga Amerika dibombardir dengan iklan-iklan obat tanpa henti dalam iklan televisi di malam hari, DTCA dilarang di setiap negara kecuali Amerika Serikat dan Selandia Baru. Menurut AAPA, salah satu masalah utama dengan jenis iklan semacam ini adalah bahwa hal itu melakukan pendekatan emosional, menafikan efek samping, dan sebagian besar menyesatkan ketika merujuk pada klaim manfaat kesehatan.

FDA melaporkan bahwa sebagian besar dokter setuju DTCA memiliki efek negatif pada praktik mereka dan pasien. Misalnya, 65 persen percaya DTCA membingungkan pasien, terutama terkait risiko dan manfaat dari obat resep, dan delapan persen dokter mengakui bahwa mereka merasa sangat tertekan untuk meresepkan obat dengan merek tertentu ketika ditanya.

Penelitian telah menunjukkan bahwa hanya melihat gambar selebriti popular di sekitar produk dapat meningkatkan penjualan, membuat iklan obat selebriti bahkan lebih kuat. Sayangnya, para selebriti tidak selalu sangat berhati-hati dalam pilihan iklan mereka. Misalnya, pada 2014, aktris Gwyneth Paltrow mempromosikan "diet detoks" yang segera ‘dibantai’ oleh ahli diet dan ahli gizi sebagai diet yang tak memiliki nilai gizi dan menjadi diet yang membiarkan tubuh kelaparan.

Produsen Diclegis, yang berbasis di Kanada - perusahaan farmasi Duchesnay, secara terbuka membahas kesalahan dalam iklan dan dalam sebuah pernyataan baru-baru ini berjanji untuk "mengambil tindakan cepat dalam menanggapi surat FDA, segera dan efektif mengatasi masalah apapun."

Kepada CNBC, Duchesnay mengatakan bahwa sementara Kardashian dibayar untuk mempromosikan pengalamannya menggunakan obat itu,  dia mendapatkan obat itu dari dokter kandungan dan kebidanan. Kardashian atau juru bicaranya tak berkomentar perihal ini.

 

2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check