Tidur Ngorok, Ini Tanda Awal Penurunan Memori

Tidur Ngorok, Ini Tanda Awal Penurunan Memori

11 Aug 2015

Dokterdigital.com -  Tidur mendengkur dan sleep apnea kemungkinan berhubungan dengan penurunan daya ingat dan berpikir pada usia lebih dini, menurut sebuah studi baru yang diterbitkan di edisi online Neurology, jurnal medis dari American Academy of Neurology. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa mengobati gangguan dengan mesin pernapasan dapat menunda penurunan tersebut.

"Pola pernapasan abnormal selama tidur seperti mendengkur berat dan sleep apnea merupakan hal umum pada orang tua, yang mempengaruhi sekitar 52 persen pria dan 26 persen wanita," kata penulis studi Ricardo Osorio, MD, dari Medical Center Langone NYU di New York seperti dilansir Science Daily.

Untuk penelitian ini, peneliti mengkaji sejarah medis 2.470 orang di usia 55-90. Peserta dikategorikan atas bebas dari masalah memori dan kemampuan berpikir, gangguan kognitif ringan (MCI) tahap awal, atau dengan penyakit Alzheimer.

Para peneliti juga mengamati orang-orang dengan masalah pernapasan saat tidur yang tidak diobati dibandingkan dengan mereka tanpa masalah ini, dan juga  orang dengan masalah pernapasan saat tidur yang diobati dibandingkan orang yang tidak diobati.

Studi ini menemukan bahwa orang dengan masalah pernapasan saat tidur didiagnosis dengan MCI, rata-rata hampir 10 tahun lebih awal dari orang-orang yang tidak memiliki masalah tersebut. Sebagai contoh, ketika peneliti memeriksa hanya orang yang mengembangkan MCI atau penyakit Alzheimer selama penelitian, orang-orang dengan masalah pernapasan tidur mengembangkan MCI pada usia rata-rata 77, dibandingkan dengan rata-rata usia 90 bagi mereka yang tidak memiliki masalah pernapasan saat tidur.

Di antara kelompok itu, mereka yang memiliki masalah pernapasan tidur juga mengembangkan penyakit Alzheimer lima tahun lebih awal dari responden yang tidak memiliki masalah itu, dengan usia rata-rata 83 dibanding 88.

Para peneliti menemukan bahwa orang yang diobati karena masalah pernapasan tidur mereka dengan mesin continuous positive airway pressure (CPAP), didiagnosis dengan MCI sekitar 10 tahun kemudian ketimbang orang-orang yang masalahnya tidak diobati, atau pada usia 82 bukannya 72.

"Usia kejadian MCI pada orang-orang yang memiliki masalah pernapasan yang diobati hampir identik dengan orang-orang yang tidak memiliki masalah pernapasan sama sekali," kata Osorio. "Mengingat bahwa begitu banyak orang dewasa yang lebih tua memiliki masalah pernapasan tidur, hasil ini menarik. Kita perlu memeriksa apakah menggunakan CPAP mungkin bisa membantu mencegah atau menunda penurunan daya ingat dan masalah berpikir."

Osorio menekankan perlunya penelitian lebih lanjut terkait hal ini. "Temuan ini dibuat dalam sebuah studi observasional dan dengan demikian, tidak menunjukkan hubungan sebab-akibat," kata Osorio. "Namun, kami sekarang memfokuskan penelitian pada pengobatan CPAP dan penurunan memori dan berpikir selama puluhan tahun, serta mengamati terutama penanda kematian dan kerusakan sel otak.

 

2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check