Inilah Manfaat Donor Darah saat Puasa

Inilah Manfaat Donor Darah saat Puasa

25 May 2018

Dokterdigital.com - Saat ini kita mengetahui sangat sulit bagi pasien yang membutuhkan darah untuk mendapatkan transfusi darah. Keterbatasan darah dan ketersediaan donor yang terbatas yang membuat meraka yang membutuhkan darah sulit untuk mendapatkan darah.

Ada beberapa hal yang membuat keterbatasan darah saat ini, antara lain karena rendahnya minat seseorang untuk melakukan donor darah. Padahal kalau saja kita tahu manfaatnya apalagi bagi orang yang sedang melakukan puasa Ramadan pasti mereka akan tergerak mendonorkan darahnya.

 Puasa Ramadan mengandung hikmah sehat yang besar. Mulai dari pengontrolan berat badan, pengendalian kolesterol darah, kadar asam urat, gula darah dan kontrol berbagai penyakit yang berhubungan dengan faktor stress dan detoksikasi racun didalam tubuh.

Melalui donor darah kita akan mengeluarkan darah kita sebanyak 350-450 cc dan membawa manfaat yang besar untuk hidup dan kehidupan kita.

Donor darah  sangat bermanfaat untuk kesehatan pendonornya. Dengan pengambilan darah 450 cc,  akan berkurangnya berat badan dan akan terjadi proses pembakaran kalori sebanyak 600 kalori, demikian dikatakan praktisi kesehatan Ari Fahrial Syam.

Darah yang dikeluarkan akan membuat tubuh memperbarui darah. Tubuh akan berespon atas darah yang dikeluarkan dan segera dibuat sel darah merah baru.  “Kondisi ini membuat kadar Fe darah menjadi stabil dan ini membuat jantung kita lebih sehat,” ujar Ari.  

Zat besi sendiri jika  tinggi dalam darah akan meningkatkan kerusakan radikal bebas dan hal ini berhubungan dengan meningkatnya risiko kanker dan penuaan.

Salain itu adanya darah yang dikeluarkan saat kita donor akan mengurangi kepekatan dari darah kita, membuat aliran darah kita menjadi lancar. Hal ini tentunya akan membuat kita terhindar dari terjadinya serangan jantung.

Suatu penelitian yang dilakukan di Amerika dan dipublikasi pada American Journal of Epidemiology mendapatkan bahwa orang yang melakukan donor darah secara rutin ternyata akan mengurangi risiko terkena serangan jantung hampir 88 persen dibandingkan orang yang tidak melakukan donor darah.

Di sisi lain saat kita akan mendonorkan darah ada proses pemeriksaan yaitu berupa pemeriksaan tekanan darah dan hemoglobin, selain itu darah yang kita donasikan juga diperiksa untuk beberapa virus menular seperti virus hepatitis B, hepatitis C dan virus HIV. “Sehingga kita juga mendapatkan mini check up untuk proses pemberian donor darah ini,” ujar Ari.

Waktu yang tepat untuk donor darah adalah menjelang buka dan sesudah buka puasa. Yang penting syarat-syarat menjelang pengambilan darah pada donor  telah terpenuhi.

Syarat untuk danor darah sesuai Palang Merah Indonesia antara lain umur 17-65 tahun, tekanan darah (sistolik 170-100, diastolik 70-100), kadar hemoglobin/Hb (12,5 -17 mg/dl), tidak demam (suhu <37,5) dan BB > 45 kg terpenuhi.

Selain itu tentunya bagi pasien dengan penyakit kronis  seperti penyakit  jantung  dan paru-paru kronis dan menderita penyakit yang dapat menularkan infeksi kepada orang lain seperti hepatitis B, C, HIV dan sifilis tidak boleh melakukan donor darah.

“Tidak ada donor tidak ada darah. Darah adalah hidup buat pasien yang memang membutuhkan. Mari berdonor darah dalam keadaan “sulit darah” untuk menyelamatkan nyawa  orang lain,” tandas Ari.

2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check