Hubungan Migrain dan Stroke, Seberapa Dekat?

Hubungan Migrain dan Stroke, Seberapa Dekat?

16 Oct 2019

Dokterdigital.com - Stroke dan migrain berbagi banyak gejala yang sama dan kadang-kadang kita keliru menyimpulkannya, apakah itu stroke atau migrain.

Tapi, apakah migrain menyebabkan stroke atau sebaliknya? Penelitian tidak menunjukkan hal itu.

Namun studi menunjukkan, apabila kita kerap mengalami migrain, mungkin akan memiliki kesempatan lebih tinggi mengalami stroke di kemudian hari. Tapi risikonya kecil.

Jika tiba-tiba kita mengalami sakit kepala parah, kehilangan penglihatan pada satu mata, dan kelemahan otot pada satu sisi tubuh, ini harus secepatnya mendapatkan perhatian medis. Karena, gejala itu bisa jadi migrain, tapi bisa juga stroke. Dokter harus melihat secara langsung untuk mengatakan dengan pasti.

Orang yang terkena migrain memiliki kesempatan lebih besar mengalami stroke yang disebabkan oleh gumpalan darah. Wanita lebih mungkin mendapatkan migrain dibandingkan pria, karena hormon.

Beberapa orang yang mendapatkan migrain sudah mengetahui serangan berikutnya akan datang karena mereka melihat peringatan, atau aura, seperti lampu berkedip. Penelitian menunjukkan, mereka yang memiliki migrain dengan area punya  risiko lebih besar terkena stroke dibandingkan mereka yang tidak memiliki aura.

Kesempatan mendapatkan migrain bahkan lebih tinggi jika seseorang:
• Merokok.
• Mengonsumsi pil kontrasepsi.
• Di bawah 45 tahun.

Jika pernah mendapatkan migrain, jangan tunda untuk mengunjungi dokter saraf. Ini adalah dokter yang merawat masalah di otak. Beberapa obat dapat membantu mencegah migrain dan membuat serangan migraine yang datang tak begitu menyakitkan atau terjadi lebih jarang.

Cara Turunkan Risiko Stroke

Perubahan gaya hidup dapat membantu menurunkan kemungkinan mengalami stroke. Hal yang bisa dilakukan antara lain:
• Jika mengonsumsi pil kontrasepsi, bicarakan dengan dokter mengenai opsi yang paling tepat untuk mengendalikan kelahiran.
• Jika merokok, berhentilah.
• Kontrol tekanan darah. Tekanan darah tinggi merupakan alasan utama orang memiliki stroke. Mengubah rencana diet dan olahraga dapat membantu menurunkan tekanan darah, tetapi mungkin perlu obat-obatan. Terkait hal ini, bicarakan dengan dokter.
• Perhatikan kadar kolesterol.
• Kontrol gula darah.
• Jaga berat badan dalam rentang yang sehat.

2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check