dok. ULI

Daycare, Bukan Sekadar Titip Anak

10 Sep 2013

Dokterdigital.com - Ditinggalkan asisten rumah tangga untuk mudik Lebaran menjadi masalah klasik yang kerap dihadapi ibu bekerja.

Menyadari bahwa kebutuhan penitipan anak tinggi di antara orangtua yang bekerja, Unilever Indonesia selalu menggelar program Daycare kurang lebih selama sebulan menjelang dan setelah Lebaran. Tahun ini genap 10 tahun Unilever menggelar program Corporate Daycare untuk karyawannya.

Melalui program ini, anak-anak karyawan berusia 6 bulan hingga 12 tahun dapat dititipkan di kantor Unilever. Bukan hanya sekadar asal titip, namun di fasilitas ini anak-anak dapat mengikuti beragam kegiatan yang bermanfaat. Tema tahun ini misalnya, Every Child is a Star, yang menitikberatkan pada stimulasi kinestetik.

"Anak belajar untuk mematangkan gerak refleks menjadi gerak yang terkendali. Banyak gerak membuat anak cerdas karena gerak membuat anak terlatih. Semakin sering dilatih, fungsi otak akan semakin berkembang," ujar Anne Gracia, konsultan neuroscience terapan dari Smart Brain Energy di Jakarta, baru-baru ini.

Anne mengungkapkan, kinestetik penting dilakukan karena anak sekarang cenderung ‘kejar target’ dan diharapkan melakukan semuanya secara instan. “Padahal anak perlu belajar merangkak, merayap, dan berjalan. Anak sekarang kejar target, tidak melalui proses merangkak. Begitu lahir langsung gendong, ditaruh di stroler, atau ditetah belajar jalan. Fase merangkak dan merayap kerap dilewatkan, padahal menegakkan kepala saat merangkak penting untuk kemampuan di masa datang, misalnya fokus membaca atau belajar,” ujarnya.

Ricky Kurniawan, salah satu karyawan Unilever Indonesia memiliki pengalaman berharga saat menitipkan Khansa (6) di Daycare tahun ini “Waktu dititipkan, Khansa baru belajar mulai berguling. Sekarang, belum ada sebulan bergulingnya sudah lancar, dan mulai belajar merangkak. Frekuensi menangis berkurang karena banyak aktivitas sosial dengan teman-teman di Daycare,” kata Ricky, ayah satu anak yang mengaku mendapatkan ‘laporan’ perkembangan anak selama dititipkan di Daycare Unilever.

Johny Sulistio, Senior Medical Advisor PT Unilever Indonesia mengatakan Corporate Daycare merupakan salah satu fasilitas yang disediakan perusahaan untuk menunjang produktivitas karyawan di tengah kondisi yang kurang kondusif. “Harapannya, kinerja karyawan tetap optimal dan nyaman dalam bekerja," ungkap Johny di acara penutupan program Daycare Unilever yang juga dihadiri Ketua BKKBN Fasli Jalal dan bintang Zwitsal, Dian Sastrowardoyo.

Johny menambahkan, program Corporate Daycare telah menjadi program rutin tahunan Unilever Indonesia selama sepuluh tahun. Ke depan, Unilever akan terus mengembangkan program yang dipercaya dapat memberikan kesejahteraan bagi karyawan sekaligus meningkatkan produktivitas perusahaan.

Di kesempatan yang sama Fasli Jalal mengungkapkan pemerintah akan mencanangkan “Gerakan 1000 Corporate Daycare” dalam upaya memberikan kenyamanan bekerja sekaligus menjaga kinerja karyawan dan mensosialisasikan pentingnya pendidikan anak usia dini.  “Dengan kampanye ini, diharapkan semakin banyak lagi perusahaan di Indonesia yang meniru Unilever dalam menyediakan Corporate Daycare yang sarat informasi dan edukasi bagi orangtua dan anak,” kata Fasli.

 

2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check