Membedah Mitos vs Fakta Kanker Payudara

Membedah Mitos vs Fakta Kanker Payudara

14 Jan 2019

Dokterdigital.com - Banyak sekali mitos yang berseliweran terkait dengan kanker payudara. Karena sering diucapkan, banyak yang percaya. Nah, untuk meluruskan mitos-mitos ini, kami paparkan faktanya, sehingga kita tahu kebenarannya.

1. Mitos: Bra dengan penyangga kawat bisa menimbulkan kanker

Fakta: Klaim bahwa bra dengan penyangga kawat memampatkan sistem limfatik payudara, menyebabkan racun menumpuk dan menyebabkan kanker payudara, telah banyak dibantah karena taka da bukti ilmiahnya. Konsensus mengatakan baik jenis bra yang dikenakan atau ketatnya pakaian dalam atau pakaian lainnya tak memiliki hubungan dengan risiko kanker payudara.

2. Mitos: Semua benjolan di payudara bersifat ganas

Fakta: Sekitar 80 persen dari benjolan di payudara wanita disebabkan oleh perubahan jinak (bukan kanker), kista, atau kondisi lainnya. Dokter mendorong perempuan untuk melaporkan perubahan yang dirasakan, karena mendeteksi dini kanker payudara sangat bermanfaat. Dokter mungkin menyarankan mammogram, ultrasound, atau biopsi untuk menentukan apakah benjolan adalah kanker (bersifat ganas).

3. Mitos; Kanker yang terpapar dengan udara selama operasi bisa menyebar

Fakta: Prosedur bedah atau operasi tidak menyebabkan kanker payudara dan tidak menyebabkan kanker payudara menyebar, demikian sejauh yang diketahui  ilmuwan  melalui berbagai penelitian. Dokter mungkin menemukan selama operasi bahwa kanker ternyata lebih luas daripada yang diperkirakan sebelumnya. Dan beberapa penelitian pada hewan telah menunjukkan bahwa menghapus tumor primer kadang-kadang memungkinkan kanker metastatik tumbuh, tapi hanya sementara dan ini belum dibuktikan pada manusia.

4. Mitos: Implan payudara tingkatkan risiko kanker

Fakta: Wanita dengan implan payudara memiliki risiko tidak lebih besar terkena kanker payudara ketimbang perempuan yang tidak melakukan implantasi, kata penelitian. Namun mammogram standar tidak selalu bekerja dengan baik pada wanita yang melakukan implant payudara, sehingga diperlukan pemeriksaan dengan sinar-X untuk memeriksa jaringan payudara.

5. Mitos: Deodoran meningkatkan risiko kanker

Fakta: Masyarakat Kanker Amerika belum memastikan hal ini, namun mengakui bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan. Satu studi kecil menemukan jejak paraben dalam sampel kecil dari tumor kanker payudara. Paraben, yang digunakan sebagai pengawet dalam beberapa antiperspiran, memiliki sifat seperti estrogen lemah, tetapi penelitian tersebut tidak membuat hubungan sebab-akibat antara paraben dan kanker payudara, juga tidak meyakinkan dalam mengidentifikasi sumber paraben yang ditemukan pada tumor.

6. Mitos: Payudara kecil lebih aman dari kanker

Fakta: Tidak ada hubungan antara ukuran payudara dan risiko terkena kanker payudara. Payudara besar mungkin lebih sulit untuk diperiksa ketimbang payudara kecil. Tapi semua perempuan, terlepas dari ukuran payudara, harus berkomitmen untuk melakukan skrining dan pemeriksaan rutin pada payudaranya.

7. Mitos: Kanker payudara selalu ditandai dengan benjolan

Fakta: Sebuah benjolan mungkin menunjukkan kanker payudara (atau salah satu dari banyak kondisi tumor jinak), tetapi wanita juga harus waspada terhadap jenis lain dari perubahan yang mungkin sebagai tanda-tanda kanker. Ini termasuk pembengkakan, iritasi kulit, kulit payudara berbentuk seperti kulit jeruk, puting ayudara melesak ke dalam, payudara atau putting terasa nyeri, keluar cairan yang bukan susu, atau penebalan kulit dan puting payudara.

Kanker payudara juga bisa menyebar ke kelenjar getah bening ketiak dan menyebabkan pembengkakan di sana sebelum tumor di payudara cukup besar untuk dirasakan. Di sisi lain, mammogram dapat mengenali kanker payudara yang tidak memiliki gejala luar sama sekali.

8. Mitos: Kanker payudara bisa kembali pasca-mastektomi (pengangkatan penuh payudara).

Fakta: Sejumlah wanita mendapatkan kanker payudara setelah mastektomi, kadang-kadang di lokasi bekas luka. Atau kanker asli mungkin telah menyebar. Bagi wanita yang berisiko tinggi mengalami kanker payudara dan payudaranya telah diangkat sebagai tindakan pencegahan, masih ada kesempatan, meskipun kecil, bahwa mereka bisa mendapatkan kanker payudara.

Setelah mastektomi profilaksis risiko seorang wanita untuk mengembangkan kanker payudara berkurang rata-rata 90 persen.

9. Mitos: Kafein bisa picu kanker

Tidak ada hubungan sebab-akibat yang telah ditemukan antara minum kafein dan mendapatkan kanker payudara. Pada kenyataannya, beberapa penelitian menunjukkan bahwa kafein dapat benar-benar menurunkan risiko kanker. Sejauh ini tidak ada bukti meyakinkan apakah nyeri payudara mungkin berhubungan dengan kafein.

2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check