Moms, Kenali Risiko Kelebihan Garam pada Anak

Moms, Kenali Risiko Kelebihan Garam pada Anak

06 Nov 2020

Dokterdigital.com - Masakan tanpa garam memang tak mengundang selera, tapi bila kebanyakan, kesehatan jantung menjadi taruhannya. Untuk itu, mulai sekarang biasakan untuk tidak mengonsumsi garam secara berlebihan, terutama bagi anak-anak dan remaja.

Berdasarkan penelitian, remaja yang mengonsumsi lebih sedikit garam dapat menurunkan risiko jangka panjang terhadap terjadinya tekanan darah tinggi, penyakit jantung dan stroke.

Temuan ini berasal dari proyeksi terkomputerisasi mengenai apa yang akan terjadi jika remaja laki-laki dan perempuan mengurangi asupan 3 gram garam dari konsumsi harian mereka yang berasal dari makanan olahan yang umum dikonsumsi.

"Mengurangi jumlah garam yang ditambahkan ke dalam makanan yang kita makan akan membuat remaja hidup bertahun-tahun bebas dari hipertensi," kata ketua tim studi Dr. Kirsten Bibbins-Domingo, seorang profesor kedokteran dan epidemiologi di University of California, San Francisco. Temuan itu telah dipaparkan dalam pertemuan tahunan American Heart Association (AHA) di Chicago.

"Manfaat tambahan dari mengurangi konsumsi garam lebih dini adalah membiasakan indera pengecap merasakan rasa makanan yang tidak mengandung banyak garam," kata Bibbins-Domingo.

Para penulis penelitian mencatat bahwa di Amerika Serikat, remaja adalah konsumen utama dari garam. Konsumsi garam sehari-hari mereka yang sebanyak 9 gram itu lebih tinggi dari konsumsi kelompok usia lainnya. Dengan kandungan 3.800 miligram natrium, jumlah tersebut lebih dari dua kali lipat yang direkomendasikan AHA untuk konsumsi sehari-hari (1.500 miligram).

Sekitar 80 persen dari asupan garam berasal dari makanan olahan dan/atau makanan siap saji. Lebih dari sepertiga kandungan garam itu ditemukan pada sereal, roti, dan kue kering, sedangkan pizza (menurut Pusat Statistik Kesehatan Nasional) berada di peringkat teratas.

Pengurangan asupan garam sebanyak 3 gram sehari yang biasanya ditemukan dalam makanan yang disebutkan di atas, akan mengurangi kejadian tekanan darah tinggi di kalangan remaja sebesar 44-63 persen. Dan ketika remaja bertambah usianya, penurunan tingkat kejadian tekanan darah tinggi itu akan terus bertahan, yang menurun antara 30-43 persen di kalangan mereka yang berusia antara 35 hingga 50 tahun.

Analisis ini juga mengungkapkan bahwa ketika remaja mencapai usia 50, pengurangan asupan garam tersebut akan menurunkan risiko penyakit jantung sekitar 7-12 persen; menurunkan kemungkinan serangan jantung sebesar 8-14 persen; menurunkan stroke 5-8 persen; dan menurunkan kematian akibat semua penyebab sebesar 5-9 persen.

2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check