Hati-hati, Kegemukan Terkait dengan 10 Penyakit Kanker

Hati-hati, Kegemukan Terkait dengan 10 Penyakit Kanker

19 Nov 2018

Dokterdigital.com - Penelitian terkini mengungkap fakta menarik, yaitu kelebihan berat badan dan obesitas menempatkan orang pada risiko lebih besar terkena 10 kanker yang paling umum.

Para ilmuwan menghitung individu dengan kegemukan ini bisa berkontribusi lebih dari 12.000 kasus kanker pada populasi Inggris setiap tahun. Mereka memperingatkan jika tingkat obesitas terus meningkat mungkin ada tambahan 3.700 kanker didiagnosis setiap tahunnya.

Studi tentang lima juta orang adalah yang terbesar sampai saat ini untuk mengonfirmasi hubungan itu.

Dokter sering memperingatkan kelebihan berat badan dapat meningkatkan risiko terkena kanker, namun studi ini menyoroti risiko terbesar dari bentuk-bentuk penyakit tersebut.

Dipimpin oleh para ilmuwan dari London School of Hygiene and Tropical Medicine, para peneliti data tentang lima juta orang yang tinggal di Inggris, memantau perubahan pada kesehatan mereka selama tujuh tahun. Mereka menemukan setiap rata-rata kelebihan berat badan 13-16 kg dikaitkan dengan tegas dan linear dengan risiko yang lebih besar dari enam kanker.

Seberapa besar risiko ini bervariasi tergantung pada jenis tumornya.
• Kanker rahim memiliki peningkatan risiko tertinggi
• Kandung empedu
• Ginjal
• Serviks
• Tiroid
• Leukemia memiliki kenaikan risiko terendah.

Orang-orang yang memiliki indeks massa tubuh yang tinggi (dihitung menggunakan berat badan dan tinggi badan) juga lebih mungkin untuk mengembangkan kanker hati, usus, ovarium, dan kanker payudara pasca-menopause. Tapi efek untuk kanker ini kurang jelas dan dipengaruhi oleh faktor individu seperti menopause.

Para peneliti mengatakan meskipun obesitas dikaitkan dengan perkembangan kanker yang paling umum - yang merupakan 90% dari kanker yang didiagnosis di Inggris, beberapa tidak menunjukkan hubungan sama sekali.

Dan ada beberapa bukti yang menunjukkan BMI yang lebih tinggi dikaitkan dengan kesempatan yang lebih rendah terkena kanker prostat.

Dr Krishnan Bhaskaran, yang memimpin penelitian, mengatakan, "Ada banyak variasi dalam efek BMI pada kanker yang berbeda. Sebagai contoh, risiko kanker rahim meningkat secara substansial pada indeks massa tubuh yang lebih tinggi, untuk kanker lain kita melihat peningkatan lebih sederhana dalam risiko atau tidak berpengaruh sama sekali.”

"Variasi ini memberitahu kita BMI  mempengaruhi risiko kanker melalui sejumlah proses yang berbeda, tergantung pada jenis kankernya," imbuhnya.

Tom Stansfeld, di Cancer Research UK, mengatakan, meskipun hubungan antara kanker dan obesitas kompleks, jelas bahwa memiliki kelebihan berat badan meningkatkan risiko terkena kanker.

"Menjaga berat badan yang sehat dapat mengurangi risiko kanker dan cara terbaik untuk melakukannya adalah melalui makan yang sehat, diet seimbang dan berolahraga secara teratur,” tandasnya.

Hasil penelitian ini telah dipublikan di jurnal medis The Lancet.

2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check