google

Obat Ilegal Marak, Jadilah Konsumen Cerdas

29 Aug 2013

Dokterdigital.com - Peredaran obat-obatan ilegal memang bukan hanya masalah Indonesia, tapi juga lintas negara hingga Amerika dan Eropa. Bahkan menjadi tren internasional.

Namun, saat ditanya negara manakah yang merupakan pemasok obat ilegal terbesar di Tanah Air, Deputi Bidang Pengawasan Produk Terapetik dan Napza BPOM A Retno Tyas Utami tidak bisa menyebutkan secara pasti. "Kami memang tidak bisa menunjuk satu negara. Namun, dari kemasan yang kami sita, kebanyakan berbahasa China, Arab, bahkan Spanyol," kata Retno di Jakarta, Selasa (27/8) seperti dilansir MetroTVNews.

Sebagian besar dari obat-obat yang disita BPOM adalah kosmetik dan obat diabetes dan hipertensi.

Sementara itu, meski mengalami peningkatan dalam hal tren perdagangan obat ilegal, Indonesia bukan pasar terbesar. "Pasar obat ilegal terbesar di dunia mungkin Amerika. Mereka bahkan menjalin koordinasi internasional. Ini kan berarti mereka sudah merasa terancam," ujar Retno.

Walau begitu, tetap saja, perdagangan obat ilegal di Indonesia tetap mengalami kenaikan signifikan yakni 10-20 persen per tahunnya. Ini tidak dipungkiri juga merupakah pengaruh dari kemudahan dan bebasnya jual-beli obat via internet.

"Bayangkan tiap orang kini punya punya ponsel dan bisa dengan mudahnya bertransaksi online. Maka itulah, di sini pentingnya memberikan informasi yang benar," tambahnya. Retno melanjutkan bahwa baik tren, jumlah, hingga nilai obat palsu yang beredar baik di Indonesia maupun dunia sebenarnya tidak dapat diprediksi. Karena, yang menciptakan tren ini adalah masyarakat sendiri.

Obat generik

Di kesempatan sama Retno mengungkapkan, pasien saat ditawari apakah ingin diresepkan obat bermerek atau generik, tidak sedikit yang lebih memilih obat bermerek karena masih meragukan baik legalitas maupun khasiat obat generik yang memang harganya lebih terjangkau. "Padahal obat generik adalah sebuah terobosan dari pemerintah. Harganya murah karena memang dikendalikan pemerintah," ujarnya.

Retno menjabarkan kandungan obat generik sebenarnya sama dengan obat bermerek sehingga mutunya pun sama. Adapun kemasannya tidak perlu dipromosikan karena semua nama obatnya sama. "Obat generik merupakan penolong bagi masyarakat karena memiliki khasiat sama dengan obat bermerek. Hargnya pun mampu lebih murah sepersepuluh dari obat bermerek. Jadi, masyarakat tidak perlu khawatir dengan keamanan obat generik," tuturnya.

2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check