Waspadalah, Neuropati Bisa Menyerang di Usia Muda

Waspadalah, Neuropati Bisa Menyerang di Usia Muda

16 Jun 2014

Dokterdigital.com - Apakah Anda kerap merasakan kebas dan kesemutan? Jangan anggap sepele, karena bisa jadi itu gejala neuropati.

Neuropati merupakan kondisi kerusakan saraf, umumnya dialami oleh mereka yang berusia di atas 40 tahun. Namun belakangan ini penyakit kerusakan saraf juga dialami mereka yang masih muda usia.

Berdasarkan hasil riset yang dilakukan Merck tahun ini, satu dari dua orang usia di atas 30 tahun telah mengalami gejala neuropati. Selain itu, satu dari empat orang merasakan gejala neuropati pertama kali di usia 26 sampai 30 tahun.

Ketua Kelompok Studi Neurofisiologi dan Saraf Tepi PERDOSSI Pusat Dr Manfaluthy Hakim, Sp.S(K), mengatakan bahwa salah satu penyebab seseorang terkena gangguan neuropati lantaran sering menghabiskan waktu melakukan aktivitas dengan gerakan berulang.

"Gerakan berulang-ulang dari pergelangan tangan dapat menyebabkan tendon di pergelangan tangan mengalami peradangan, akhirnya menekan saraf di daerah pergelangan dan dapat menimbulkan kerusakan saraf di tempat tersebut," katanya pada media workshop bertema "Waspadai Gaya Hidup Berisiko Neuropati" di Jakarta, baru-baru ini.

Keluhan yang sering terjadi ketika mengalami neuropati adalah kesemutan, kebas, nyeri, serta kelemahan pada pergelangan dan telapak tangan. Makanya, jika mengalami keluhan tersebut sebaiknya tak diabaikan.

Pasalnya, jika berlangsung jangka panjang dapat berpotensi menyebabkan gangguan saraf yang lebih berat, termasuk kelumpuhan.

Semua orang sebetulnya berisiko terkena neuropati atau kerusakan saraf akibat komplikasi penyakit. Namun, penderita diabetes termasuk yang paling berisiko selain karena penuaan, hipertensi, merokok, alkohol, kanker, dan lainnya, kata Manfaluthy.

Lebih dari 25 persen pasien diabetes pasti mengalami neuropati. Celakanya, gejala neuropati pada pasien diabetes timbul kapan saja dan tidak bisa diprediksi.

Risiko neuropati semakin tinggi sejalan dengan bertambahnya usia dan durasi penyakit diabetes yang diderita. Sering timbul pada pasien dengan kadar gula darah tidak terkontrol, termasuk mereka yang obesitas atau kegemukan.

Neuropati sendiri bisa dicegah. Selain perbaiki gaya hidup dengan gizi seimbang, olah raga teratur, istrahat cukup untuk regenerasi sel saraf, juga konsumsi vitamin neurotropik satu kali sehari sejak dini secara teratur. Vitamin neurotropik terdiri dari vitamin B1, B6, dan B12. "Jenis vitamin ini berfungsi memperbaiki gangguan metabolisme sel saraf, dan memberikan asupan yang dibutuhkannya supaya saraf dapat bekerja dengan baik," ujar Manfaluthy.

Karena vitamin B1, B6, dan B12 memiliki fungsinya masing-masing, maka kombinasi ketiganya akan lebih efektif.

2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check