derita haid

Redakan Derita Haid dengan Zat Besi

14 Mar 2018

Dokterdigital.com - Zat besi disebut-sebut mampu meringankan gejala pra menstruasi (PMS) yang lazim dialami perempuan seperti perut kembung atau suasana hati yang tidak stabil.

Menurut penelitian yang dilakukan Universitas Massachusetts di Amherst, perempuan dengan asupan zat besi lebih dari 20 miligram per hari ternyata berisiko 35 persen lebih rendah terdiagnosis PMS dibandingkan dengan mereka yang hanya mengonsumsi 10 mg per hari.

Banyak cara dilakukan untuk meningkatkan asupan zat besi, misalnya dengan konsumsi satu cangkir sereal yang diperkaya zat besi yang biasanya mengandung sekitar 24 mg mineral.

Penelitian lain telah menunjukkan bahwa pemilihan asupan makanan memengaruhi perkembangan PMS atau bisa jadi mengurangi keparahan gejalanya. Misalnya, makanan yang kaya kalsium terbukti dapat menurunkan risiko gangguan sebelum haid.

Pada studi teranyar, peneliti memberikan 3 set kuesioner tentang frekuensi makanan yang dikumpulkan selama 10 tahun dari lebih 3.000 perempuan Amerika usia 25 hingga 42 tahun. Para peneliti kemudian membandingkan asupan mineral dari makanan serta suplemen selama hampir 1060 perempuan yang telah didiagnosis PMS dan 1.970 perempuan yang memiliki sedikit gejala PMS.

Peneliti juga mempertimbangkan faktor lain terkait dengan PMS seperti usia, berat badan, sejarah kehamilan, penggunaan kontrasepsi oral, merokok dan kebiasaan olahraga. "Kami agak terkejut dengan temuan ini bahwa zat besi punya hubungan," kata Elizabeth Bertone-Johnson, penulis studi juga seorang profesor epidemologi di UMass Amherst.

Perlu dicatat bahwa tidak semua bentuk zat besi sama. Besi yang dapat membantu mengurangi gejala PMS adalah besi non-heme, yang ditemukan dalam makanan dan suplemen. Sementara besi heme berasal dari sumber hewani seperti daging merah dan unggas tidak memiliki efek yang sama.

Bertone-Johnson menduga bahwa besi non-heme memiliki hubungan yang lebih kuat dengan PMS karena lebih mudah untuk mengonsumsi makanan kaya sumber tanaman dan suplemen. Misalnya, tiga perempat cangkir sereal yang diperkaya memiliki 18 mg besi non-heme. Sementara secangkir kacang memiliki 3 sampai 7 mg.

Sementara 3 ons daging sapi hanya memiliki 2 sampai 3 mg zat besi heme. Karenanya, untuk memenuhi kebutuhan harian zat besi perlu makan porsi besar daging sapi. Namun konsumsi daging sapi dalam jumlah yang banyak tidak dianjurkan mengingat kandungan lemak jenuhnya.

Terkait mineral lain, para peneliti tidak menemukan hubungan antara asupan natrium, magnesium atau mangaan terhadap PMS. Lain halnya dengan kalium, di mana asupan tinggi akan mineral ini berisiko besar terhadap PMS.

Kalium ditemukan dalam makanan seperti ubi jalar, pisang dan jus jeruk yang dapat meningkatkan kemungkinan perempuan mengalami PMS. Mineral ini juga dapat meyebabkan gejala-gejala fisik dan emosional lainnya seperti kembung, depresi dan mudah tersinggung.

PMS memengaruhi 8 hingga 15 persen perempuan di masa subur yang ditandai dengan gejala-gejala fisik dan emosional, seperti nyeri payudara, menginginkan makanan tertentu, kelelahan dan kemurungan, demikian Live Science.

 

2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check